Departemen Kehakiman AS baru-baru ini mengambil langkah tegas: memberhentikan delapan hakim imigrasi yang bertugas di New York City. Alasan resmi di balik pemecatan ini masih gelap, tidak jelas. Tapi langkah ini muncul di tengah situasi yang sudah memanas, yaitu ketegangan antara lembaga peradilan dengan pemerintahan Donald Trump yang memang gencar menindak imigran ilegal.
Kabarnya, para hakim itu bekerja di 26 Federal Plaza, Manhattan. Lokasi itu bukan sembarang tempat. Itu adalah gedung pengadilan tempat nasib ribuan imigran yang ingin mengurus status hukum mereka diputuskan.
Asosiasi Hakim Imigrasi Nasional (NAIJ) telah mengonfirmasi berita ini. Mereka yang mewakili para hakim tersebut menyatakan delapan anggotanya memang diberhentikan.
Selama berbulan-bulan, suasana di sekitar gedung pengadilan itu mencekam. Agen federal rutin berpatroli di lorong-lorong Gedung Federal Jacob K. Javits. Mereka kerap menangkap para migran tepat setelah mereka keluar dari ruang sidang sebuah pemandangan yang nyaris selalu disaksikan oleh awak media yang berjaga.
Akibatnya, foto-foto bentrokan antara polisi dan keluarga imigran pun tersebar luas, viral. 26 Federal Plaza kemudian berubah menjadi simbol. Ia mewakili kekerasan yang dianggap banyak orang sebagai kebijakan pemerintah Trump terhadap para migran di seluruh Amerika.
Lalu, apa penyebab pasti delapan hakim itu dipecat? Sampai sekarang, itu masih misteri.
Namun begitu, mereka bukanlah yang pertama. Menurut laporan New York Times, sekitar 90 hakim imigrasi telah dipecat sepanjang tahun ini di berbagai penjuru AS. Pemberhentian di New York ini seolah menjadi bagian dari pola yang lebih besar, sebuah tren yang membuat banyak kalangan bertanya-tanya.
Artikel Terkait
Polisi Sita 80 Gram Kokain dan Tangkap Dua Tersangka di Kemayoran
YouTube Patuh pada PP Tunas, Batasi Aksen Pengguna di Bawah 16 Tahun
Dua Mahasiswi Unsoed Laporkan Rekan ke Polisi Diduga Pelaku Kekerasan Seksual
Anggota DPR Usulkan Transaksi Batu Bara DMO Pakai Rupiah untuk Kurangi Risiko Negara