Cak Imin Serukan Taubatan Nasuha ke Tiga Menteri Usai Bencana

- Rabu, 03 Desember 2025 | 11:30 WIB
Cak Imin Serukan Taubatan Nasuha ke Tiga Menteri Usai Bencana

Di Bandung, Senin lalu, suasana di sebuah workshop untuk kepala sekolah SMK tiba-tiba berubah serius. Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, tak hanya bicara soal globalisasi pendidikan. Menko Pemberdayaan Masyarakat itu justru menyelipkan pesan keras, terutama untuk tiga koleganya di kabinet.

Ia mengajak Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk "taubatan nasuha". Istilah dari kalangan Nahdlatul Ulama ini ia sebut sebagai bentuk penyesalan mendalam. Ajakan itu bukan tanpa alasan. Menurut Cak Imin, ini adalah respons langsung setelah bencana banjir dan tanah longsor yang menghantam Aceh, Sumut, dan Sumbar baru-baru ini.

"Hari ini saya berkirim surat, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita," ujarnya.

"Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha."

Memang, siklon tropis disebut sebagai pemicu bencana. Tapi belakangan, banyak yang menuding ada faktor lain. Sorotan publik mengerucut pada kayu gelondongan yang membanjiri sungai diduga kuat berasal dari aktivitas penggundulan hutan. Cak Imin sendiri terlihat emosional.

"Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi, akibat kelalaian kita sendiri," tambahnya. "Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, keluarga, dan kesabaran selalu menyertai kita semua. Amin ya rabbal alamin."

Di sisi lain, tanggapan dari salah satu menteri yang diajak pun datang. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyambut baik ajakan atasannya itu. Ia bahkan terlihat tersenyum saat membicarakannya.

"Saya juga dapat videonya untuk taubatan nasuha ya. Ya saya setuju dengan ya, kita kalau saya dukung penuh arahan dari Pak Menko," kata Hanif.

"Tentu dengan melakukan perbaikan, langkah-langkah perbaikan tata lingkungan kita."

Hanif tak menampik bahwa kerja kementeriannya masih jauh dari kata sempurna. Justru ajakan itu ia anggap sebagai pendorong. Sebagai anak buah, ia berjanji akan memperbaiki kinerjanya.

"Jadi kita menyadari belum sempurna, iya. Namun, semua upaya yang telah kita lakukan akan terus akan terus kita tingkatkan," imbuhnya. "Ya saya setuju. Nggak masalah tentu akan mendorong kita untuk perbaikan diri."

Jadi, ajakan tobat nasuha itu kini bukan sekadar wacana. Setidaknya, dari satu menteri sudah ada respons terbuka. Tinggal menunggu langkah nyata berikutnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar