Dalam sebuah rapat kabinet yang digelar Selasa lalu, Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras. Kali ini, sang mantan presiden AS itu secara khusus menyoroti imigran asal Somalia.
Menurutnya, kelompok ini dinilai terlalu bergantung pada bantuan sosial pemerintah. "Mereka tidak berkontribusi apa pun," ujar Trump dengan nada tegas.
"Jaminan sosialnya hanya 88% atau lebih. Saya tidak ingin mereka di negara kita."
Komentar pedas itu tak muncul begitu saja. Latar belakangnya, beberapa hari sebelumnya pemerintahannya baru mengumumkan penghentian sementara keputusan suaka. Keputusan itu diambil menyusul insiden penembakan dua tentara Garda Nasional di Washington oleh tersangka asal Afghanistan.
Namun begitu, Trump justru memanfaatkan momen itu untuk melebarkan kritiknya. Tidak hanya ke Afghanistan, tapi juga ke negara lain seperti Somalia.
"Negara mereka tidak baik karena suatu alasan," katanya lagi. "Negara Anda buruk dan kita tidak ingin mereka di negara kita."
Ada konteks lain yang mendasari kemarahan Trump. Belakangan ini, negara bagian Minnesota memang diguncang skandal besar. Dana bantuan sosial senilai satu miliar dolar AS dikabarkan diselewengkan untuk layanan fiktif, dan banyak pihak menduga warga keturunan Somalia terlibat. Laporan AFP menyoroti keterkaitan ini.
Artikel Terkait
Operasi Tebar Garam di Jakarta Diperpanjang hingga 2026
Kolaborasi Warga dan Petugas Sukses Kembalikan Jakarta ke Normal Usai Banjir
PBNU Kecam Aksi Joget Usai Peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi
Noe Letto Beralih dari Panggung Musik ke Dewan Pertahanan Nasional