Dalam sebuah rapat kabinet yang digelar Selasa lalu, Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras. Kali ini, sang mantan presiden AS itu secara khusus menyoroti imigran asal Somalia.
Menurutnya, kelompok ini dinilai terlalu bergantung pada bantuan sosial pemerintah. "Mereka tidak berkontribusi apa pun," ujar Trump dengan nada tegas.
"Jaminan sosialnya hanya 88% atau lebih. Saya tidak ingin mereka di negara kita."
Komentar pedas itu tak muncul begitu saja. Latar belakangnya, beberapa hari sebelumnya pemerintahannya baru mengumumkan penghentian sementara keputusan suaka. Keputusan itu diambil menyusul insiden penembakan dua tentara Garda Nasional di Washington oleh tersangka asal Afghanistan.
Namun begitu, Trump justru memanfaatkan momen itu untuk melebarkan kritiknya. Tidak hanya ke Afghanistan, tapi juga ke negara lain seperti Somalia.
"Negara mereka tidak baik karena suatu alasan," katanya lagi. "Negara Anda buruk dan kita tidak ingin mereka di negara kita."
Ada konteks lain yang mendasari kemarahan Trump. Belakangan ini, negara bagian Minnesota memang diguncang skandal besar. Dana bantuan sosial senilai satu miliar dolar AS dikabarkan diselewengkan untuk layanan fiktif, dan banyak pihak menduga warga keturunan Somalia terlibat. Laporan AFP menyoroti keterkaitan ini.
Di tengah rapat itu, Trump juga menyasar politisi lain: Ilhan Omar, anggota kongres Demokrat dari Minnesota yang memang berdarah Somalia.
"Ilhan Omar itu sampah. Teman-temannya itu sampah," serangnya tanpa ampun.
"Biarkan mereka kembali ke tempat asal mereka dan memperbaikinya."
Pernyataan-pernyataan ini bukan cuma omong kosong. Buktinya, pekan lalu Trump resmi mencabut perlindungan dari deportasi bagi warga Somalia. Kebijakan yang sudah berjalan sejak 1991 itu diakhiri begitu saja.
Di sisi lain, skandal di Minnesota masih terus diselidiki. Jaksa penuntut umum menduga ada sejumlah kelompok yang memanfaatkan program bantuan makan anak selama pandemi untuk mencuri uang pajak. Kasus ini jadi rumit karena Minnesota dikenal sebagai negara bagian yang ramah pengungsi dan punya komunitas Somalia-Amerika yang besar.
Nuansa politiknya pun kental. Gubernur Minnesota, Tim Walz, adalah seorang Demokrat yang pernah maju sebagai calon wakil presiden. Skandal ini tentu jadi bumerang yang menyakitkan bagi partainya.
Artikel Terkait
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Langgur
Dominik Szoboszlai Alami Musim Tanpa Gelar Pertama dalam Karier Setelah Liverpool Tersingkir
PIS Perkuat Ekspansi Global dengan Mitra Ketiga, Pertahankan Dominasi Pelaut Indonesia
IDF Selidiki Prajurit yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Selatan