Meski terjadi erupsi, status Gunung Marapi belum dinaikkan. Masih tetap di level II atau waspada.
"Saat ini Gunung Marapi masih berada pada status level II (waspada) dengan rekomendasi masyarakat tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas,"
jelas Ahmad Rifandi, seorang petugas PGA.
Namun begitu, kewaspadaan harus tetap tinggi. Rifandi juga mengingatkan ancaman lain yang mungkin mengintai, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat aliran sungai dari puncak Marapi. Di musim hujan seperti sekarang, potensi banjir lahar perlu diantisipasi.
Imbauan praktis pun disampaikan untuk warga yang terkena hujan abu.
"Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA)," pungkasnya.
Untuk sekarang, warga hanya bisa menunggu dan berharap angin segera membawa abu itu pergi, sembari mematuhi semua imbauan yang diberikan.
Artikel Terkait
Rem Blong Truk Kontainer Picu Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Cipularang, 2 Tewas
Rem Blong Truk Kontainer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, 2 Tewas
Jadwal Imsak Dumai 6 Maret 2026 Pukul 04.59 WIB
Kemnaker Buka Posko Pengaduan THR 2026, Ancam Sanksi Perusahaan Lalai