Meski terjadi erupsi, status Gunung Marapi belum dinaikkan. Masih tetap di level II atau waspada.
"Saat ini Gunung Marapi masih berada pada status level II (waspada) dengan rekomendasi masyarakat tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas,"
jelas Ahmad Rifandi, seorang petugas PGA.
Namun begitu, kewaspadaan harus tetap tinggi. Rifandi juga mengingatkan ancaman lain yang mungkin mengintai, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat aliran sungai dari puncak Marapi. Di musim hujan seperti sekarang, potensi banjir lahar perlu diantisipasi.
Imbauan praktis pun disampaikan untuk warga yang terkena hujan abu.
"Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA)," pungkasnya.
Untuk sekarang, warga hanya bisa menunggu dan berharap angin segera membawa abu itu pergi, sembari mematuhi semua imbauan yang diberikan.
Artikel Terkait
Momen Haru Prabowo dan Obrolan Akrabnya dengan Jokowi di Pernikahan Sekpri
Sidang Perdana Kasus Sertifikasi K3: Mantan Wamen Noel dan 10 Terdakwa Lainnya Hadapi Dakwaan
Panggung Isra Mikraj Banyuwangi Berujung Polemik: Hiburan Usai Acara Dinilai Abaikan Kesakralan
Anggota DPR Desak Transparansi Penyelidikan Jatuhnya Pesawat KKP di Bulusaraung