Nasib serupa dialami Cabang Sibolga. Penyaluran bantuan di sana mulai digelar Selasa (2/12/2025) pagi, tak lupa menyentuh karyawan dan keluarga ASDP yang ikut terdampak. Kendala seperti mati listrik dan sinyal yang hilang-timbul sempat menghadang, tapi koordinasi di lapangan dipaksakan agar bantuan tetap mengalir.
Namun begitu, tantangan terberat justru dihadapi Cabang Singkil. Wilayah ini terisolasi parah akibat banjir dan longsor. Jaringan listrik dan komunikasi terputus, arus logistik pun macet total. Tapi di tengah segala keterbatasan itu, armada ASDP seperti KMP Aceh Hebat 1 dan 3, plus KMP Teluk Sinabang, tetap berlayar. Mereka jadi penjaga terakhir konektivitas antara Singkil dan Aceh, mengingat akses darat sudah nyaris tak mungkin.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menekankan bahwa semua upaya ini dirancang untuk berjalan terukur dan berkelanjutan.
"Koordinasi dengan cabang-cabang terdampak akan kami teruskan dan perkuat. Poinnya satu: memastikan bantuan yang kami berikan tepat sasaran dan benar-benar berguna," jelas Windy.
Artikel Terkait
Trump Ancang-ancang Kenakan Tarif ke Negara yang Tolak Ambisi AS atas Greenland
Perempuan Kabur dari Rumah karena Masalah Keluarga, Ditemukan Polisi di Kedai Kopi
BPJS Kesehatan Apresiasi 27 Faskes Pelopor Digitalisasi Layanan JKN
Dubes Junimart Girsang Bangkitkan Kembali Diplomasi Indonesia di Italia Setelah Dua Tahun Vakum