"Alhamdulillah, beberapa kepala daerah menangkap informasi itu. Mereka lalu menyampaikannya ke jajaran di tingkat daerah masing-masing," ucap Teuku.
Namun begitu, peringatan dini itu bukan sekadar formalitas. Siklon Tropis Senyar memang membawa ancaman nyata: curah hujan ekstrem yang berujung pada bencana seperti longsor, banjir, bahkan banjir bandang. Itu sebabnya respons cepat dari pemimpin daerah sangat krusial.
Teuku pun kembali menekankan pentingnya komunikasi yang lancar.
"Kami mohon para kepala daerah berhati-hati dan benar-benar mencermati informasi dari kami. Informasi itu disalurkan melalui posko atau koordinator di tiap provinsi," paparnya.
"BMKG punya lima balai besar yang punya wewenang memberi peringatan langsung ke provinsi. Mereka bisa diundang untuk berdiskusi, membahas persiapan menghadapi ancaman. Silakan undang mereka."
Artikel Terkait
Jenazah Pendaki Gunung Slamet Tiba di Magelang, Disemayamkan di Sidotopo
Kanada Tuding Iran Tewaskan Warganya dalam Gelombang Demonstrasi
Wartawan Lagi Liput Curanmor, Malah Motornya Sendiri yang Raib
RUU Perampasan Aset: Ujian Nyata Komitmen DPR Berantas Korupsi