“Saya berdoa anak-anak kita mendapatkan masa depan yang terbaik melalui pendidikan yang baik. Jika ada kendala terkait sekolah atau biaya pendidikan, tolong sampaikan kepada saya,” katanya. “Pendidikan adalah kunci untuk menaikkan derajat keluarga kita.”
Namun begitu, pembangunan yang ia gagas bukanlah yang mengeksploitasi. Ibas juga menyelipkan pesan tentang kelestarian lingkungan. Menanam pohon, dalam pandangannya, bukan sekadar ritual penghijauan.
“Itu bentuk cinta kita kepada bumi dan tabungan amal bagi keselamatan hidup anak cucu kita di masa depan,” pesannya. “Bencana tidak hanya datang dari kehendak Tuhan, tetapi juga akibat tangan manusia yang kurang menjaga alamnya.”
Di akhir, ia menegaskan satu hal: semangat gotong royong. Membangun Pacitan, menurut Ibas, mustahil dilakukan sendirian. Butuh kolaborasi dari semua lini.
“Kita harus saling menegakkan bahu, dari pemerintah kabupaten hingga tokoh desa dan seluruh masyarakat,” tutupnya. “Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Pacitan yang lebih sejahtera dan membahagiakan.”
Kegiatan yang merupakan bagian dari Kundapil pada Minggu (30/11) itu dihadiri oleh sejumlah pejabat setempat. Mulai dari Bupati Pacitan Indrata Bayu Aji, Ketua DPRD Arif Budi Santoso, hingga para kepala desa dan tokoh masyarakat.
Artikel Terkait
Harga Emas Melonjak Tajam Imbas Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Gubernur Jateng Tinjau Gerakan Pangan Murah di Grobogan Jelang Lebaran 2026
Menko Pangan Tegaskan Impor Beras AS 1.000 Ton Hanya untuk Kebutuhan Khusus
Dua Pekerja Gondola Terjebak Badai di Surabaya, Satu Tewas