“Saya berdoa anak-anak kita mendapatkan masa depan yang terbaik melalui pendidikan yang baik. Jika ada kendala terkait sekolah atau biaya pendidikan, tolong sampaikan kepada saya,” katanya. “Pendidikan adalah kunci untuk menaikkan derajat keluarga kita.”
Namun begitu, pembangunan yang ia gagas bukanlah yang mengeksploitasi. Ibas juga menyelipkan pesan tentang kelestarian lingkungan. Menanam pohon, dalam pandangannya, bukan sekadar ritual penghijauan.
“Itu bentuk cinta kita kepada bumi dan tabungan amal bagi keselamatan hidup anak cucu kita di masa depan,” pesannya. “Bencana tidak hanya datang dari kehendak Tuhan, tetapi juga akibat tangan manusia yang kurang menjaga alamnya.”
Di akhir, ia menegaskan satu hal: semangat gotong royong. Membangun Pacitan, menurut Ibas, mustahil dilakukan sendirian. Butuh kolaborasi dari semua lini.
“Kita harus saling menegakkan bahu, dari pemerintah kabupaten hingga tokoh desa dan seluruh masyarakat,” tutupnya. “Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Pacitan yang lebih sejahtera dan membahagiakan.”
Kegiatan yang merupakan bagian dari Kundapil pada Minggu (30/11) itu dihadiri oleh sejumlah pejabat setempat. Mulai dari Bupati Pacitan Indrata Bayu Aji, Ketua DPRD Arif Budi Santoso, hingga para kepala desa dan tokoh masyarakat.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Aliran Uang Haram Rp 53 Miliar ke Mantan Pejabat Pensiunan Kemnaker
Subsidi Upah Rp 200 Ribu untuk Buruh Jakarta Dapat Sinyal Hijau dari DPRD
AS Bekukan Visa Imigran dari 75 Negara, Thailand dan Kawasan Asia Tenggara Terimbas
16 Januari 2026: Dari Isra Mikraj hingga Dunia Buku, Satu Tanggal dengan Tiga Warna Berbeda