Di sisi lain, Daniel Johan mengungkapkan rencana Komisi IV untuk memanggil Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Panggilan ini terkait temuan kayu gelondongan sekaligus untuk menguak akar persoalan banjir bandang yang melanda Sumatera dan Aceh.
Ia menyinggung soal kerusakan hutan yang sudah kronis di wilayah tersebut. Menurutnya, ini jelas menjadi salah satu pemicu bencana, di samping faktor cuaca ekstrem.
"Kami akan meminta data-data izin pembukaan hutan selama sepuluh tahun terakhir," sambung Daniel.
"Juga peta perubahan kawasan dalam dua dekade. Dari situ, akan kelihatan betapa drastisnya perubahan lanskap hutan di Sumatera dan Aceh."
Memang, gelondongan kayu yang ikut terbawa banjir sudah menjadi perhatian publik. Video-videonya membanjiri media sosial dan viral dalam beberapa hari terakhir. Banyak warganet yang langsung menghubungkannya dengan praktik penebangan liar atau ilegal logging. Mereka curiga, aktivitas itulah yang memperparah dampak banjir dan longsor.
Banjir yang membawa kayu-kayu besar itu melanda beberapa wilayah, seperti Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Bukan cuma di Sumut, laporan dari Antara pada Sabtu (29/11) juga menyebutkan pantai Air Tawar di Padang, Sumatera Barat, dipenuhi kayu gelondongan yang berserakan. Pemandangan yang menyedihkan sekaligus memantik tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Jenazah Tertahan Pemakaman di Sampang Lantaran Utang Rp 215 Juta
Penata Rambut BLACKPINK Ungkap Dedikasi Rose Pertahankan Rambut Pirang Selama 7 Tahun
BPOM Serang Temukan Formalin dan Pewarna Tekstil pada Jajanan Pasar Rau
Prancis Kerahkan Jet Rafale ke UEA untuk Amankan Pangkalan dari Ancaman Drone