Upaya di lapangan sendiri terus digenjot. Evakuasi dipercepat, sementara jalur transportasi dan komunikasi yang sempat terputus berangsur dipulihkan. Logistik dari pemerintah dan lembaga non-pemerintah diklaim terus mengalir, meski distribusinya masih perlu diperkuat di beberapa titik.
"Jadi ini seluruh kekuatan nasional dikerahkan," imbuhnya, menekankan komitmen pemerintah.
Pratikno juga menyampaikan apresiasi untuk BNPB, aparat, dan para relawan yang tak kenal lelah bekerja di garis depan. Menurutnya, yang terpenting sekarang adalah sinergi. Bukan cuma soal sumber daya yang dikerahkan, tapi bagaimana semua elemen bisa bekerja sama dengan solid di lapangan.
Sementara itu, data korban terus bertambah. BNPB merilis angka terbaru yang cukup memilikan.
Di Sumatera Utara, korban meninggal mencapai 217 orang dengan 209 lainnya masih hilang. Aceh mencatat 96 orang meninggal dan 75 hilang. Sedangkan di Sumatera Barat, 129 jiwa dilaporkan meninggal dan 118 orang belum ditemukan.
Angka-angka ini menjadi pengingat betapa dahsyatnya bencana ini dan betapa gentingnya situasi yang dihadapi.
Artikel Terkait
Pulang dari Kebun, Petani di Luwu Timur Tewas Dilepit Piton di Jalan Sepi
Banjir Aceh Timur: Bantuan Logistik Terganjal, Warga di Pedalaman Terjebak Kelaparan
Sri Lanka Berduka: Siklon Ditwah Tewaskan 334 Jiwa, Situasi Darurat Diumumkan
Bahlil Gerakkan Seluruh Kader Golkar, Dana Rp 3 Miliar Dikucurkan untuk Korban Longsor Sumatera