Suasana haru peringatan Hari Guru di Sekolah Alam Purwokerto berubah jadi mencekam dalam sekejap. Selasa petang kemarin, langit-langit lantai dua tempat mereka berkumpul tiba-tiba ambruk. Korban berjatuhan.
Menurut sejumlah saksi, sebagian besar yang menjadi korban adalah para guru yang sedang merayakan acara tersebut. Material kayu dari konstruksi loteng itu runtuh dan menimpa mereka.
Dr Rosa Indiarto, Direktur RS Orthopaedi Purwokerto (RSOP), memberikan penjelasan mengenai kondisi korban.
"Total yang dirawat ada 24 orang, gabungan dari bapak-bapak dan ibu-ibu. Untuk sementara, pemeriksaan masih berlangsung. Dari yang sudah kami periksa, dua orang mengalami cedera kepala, sementara yang lain didiagnosa patah tulang," ujarnya.
Meski begitu, dia menegaskan tidak ada korban dengan luka yang mengancam jiwa. Mayoritas cedera terjadi karena mereka terjatuh dan tertimpa reruntuhan.
Artikel Terkait
Charles Honoris Usulkan Pemerintah Biayai Seluruh Iuran BPJS Kesehatan
Menteri Sosial: Gedung Permanen Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Gus Kikin Serukan Jaminan Keamanan Saudi Arabia untuk Haji 2026
Kemlu Tegaskan Tak Ada Akses Bebas Ruang Udara untuk Pesawat Militer AS