Suasana haru peringatan Hari Guru di Sekolah Alam Purwokerto berubah jadi mencekam dalam sekejap. Selasa petang kemarin, langit-langit lantai dua tempat mereka berkumpul tiba-tiba ambruk. Korban berjatuhan.
Menurut sejumlah saksi, sebagian besar yang menjadi korban adalah para guru yang sedang merayakan acara tersebut. Material kayu dari konstruksi loteng itu runtuh dan menimpa mereka.
Dr Rosa Indiarto, Direktur RS Orthopaedi Purwokerto (RSOP), memberikan penjelasan mengenai kondisi korban.
"Total yang dirawat ada 24 orang, gabungan dari bapak-bapak dan ibu-ibu. Untuk sementara, pemeriksaan masih berlangsung. Dari yang sudah kami periksa, dua orang mengalami cedera kepala, sementara yang lain didiagnosa patah tulang," ujarnya.
Meski begitu, dia menegaskan tidak ada korban dengan luka yang mengancam jiwa. Mayoritas cedera terjadi karena mereka terjatuh dan tertimpa reruntuhan.
Dari dua puluh empat korban itu, dua belas di antaranya sudah diperbolehkan pulang tadi malam. Mereka pulang dengan luka memar dan harus kontrol rutin.
"Sisanya, dua belas orang, masih menjalani perawatan dan beberapa memerlukan operasi," tambah Rosa.
Operasi untuk menangani patah tulang rencananya baru dimulai siang ini. Selain itu, tercatat tiga orang mengalami cedera di bagian kepala dan masih diawasi ketat.
Kini, suasana di RSOP masih tegang. Keluarga dan rekan guru silih berganti menjenguk, harap-harap cemas menunggu perkembangan kondisi para korban.
Artikel Terkait
Semen Padang FC Minta Restu Tokoh Sumbar, Target Juara Liga 2 dan Promosi ke Liga 1
BNN dan Bea Cukai Tangkap Dua WNA Rusia di Bali, Sita 7,8 Kg Hasis dari Thailand
Imigrasi Deportasi Buronan Kasus Pelecehan Seksual AS yang Kabur ke Indonesia Selama 15 Tahun
Ledakan Petasan Balon Udara Rusak Ruang Kelas SMAN 1 Badegan Ponorogo