"Nah, itu nanti, itu kan bahasanya sebutannya LPDP. Mungkin saja dia bisa kuliah di luar, ambil spesialis kan? Kalau, kalau mungkin kalau, ya istilahnya kalau dokter umum di Indonesia cukuplah. Tapi kalau dia spesialis, kalau memang dia harus keluar, kita akan memberikan kesempatan itu," ucap dia.
Rencana ini disebutnya sebagai pengembangan dari program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang sudah berjalan selama ini. Jika KJMU fokus pada jenjang sarjana, beasiswa baru ini akan melangkah lebih jauh, mencakup S2 hingga S3, termasuk tentu saja pendidikan spesialis kedokteran.
Tapi semua punya batas. Rano menegaskan bahwa realisasi program ini sangat bergantung pada anggaran.
"Tentu ini disesuaikan kemampuan APBD. Kalau (pemerintah pusat) ini kan APBN. Bedanya di situ," ungkapnya.
Dan satu hal yang ditegaskannya: beasiswa ini nantinya khusus untuk warga Jakarta.
"Oh ya tentu. Namanya LPDP Jakarta kan. Tentu untuk masyarakat yang ber-KTP DKI," ucapnya mantap.
Artikel Terkait
Menteri Agama Tekankan Kolaborasi dengan Ormas di Pembukaan Muktamar Mathlaul Anwar
Presiden Prabowo Lantik Hakim Konstitusi, Anggota Ombudsman, dan Duta Besar
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Kedua Pihak Saling Menyalahkan
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Julio, Lepas dari Kenakalan Remaja