Tewas di Jenin, Sultan Abdulaziz Jadi Target Operasi Balas Dendam Israel

- Rabu, 26 November 2025 | 02:40 WIB
Tewas di Jenin, Sultan Abdulaziz Jadi Target Operasi Balas Dendam Israel

Di dekat kota Jenin, Tepi Barat, seorang pria Palestina tewas ditembak militer Israel. Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi korban tersebut adalah Sultan Abdulaziz, yang baru berusia 22 tahun.

Menurut pernyataan resmi mereka, pasukan Israel membunuh Abdulaziz karena menuduhnya sebagai pelaku di balik kematian Gideon Perry, seorang warga Israel.

Militer Israel menggambarkan kronologi kejadiannya dengan rinci.

"Penyerang membunuh Perry dengan palu, mencuri senjata api dan kendaraannya, lalu melarikan diri,"

Gideon Perry sendiri tewas di permukiman Kedumim, Tepi Barat utara, pada Agustus 2024 silam. Insiden terbaru ini bukanlah yang pertama. Sehari sebelumnya, tepatnya pada Senin, militer Israel juga melancarkan serangan di kota Nablus. Operasi itu menewaskan seorang warga Palestina yang dituduh bertanggung jawab atas kematian dua tentara Israel dalam sebuah serangan pada Mei 2024.

Dalam operasi di Nablus, pasukan Israel menyatakan pria yang dimaksud telah membarikade diri di sebuah gedung dan diketahui bersenjata. Mereka kemudian melepaskan tembakan dan berhasil menangkap beberapa kaki tangannya.

Namun begitu, kesaksian dari para saksi mata di lapangan justru mengungkap sesuatu yang muram. Mereka melaporkan melihat banyak sekali darah di rumah yang diserang di Nablus timur itu, tetapi jasadnya sendiri tak ditemukan di sana.

Kondisi di Tepi Barat memang terus memanas. Kekerasan di wilayah yang diduduki Israel sejak 1967 ini melonjak drastis pasca serangan Hamas yang memicu perang Gaza pada Oktober 2023. Yang memprihatinkan, situasi ini tak kunjung reda meski gencatan senjata di Gaza sudah berlaku sejak 10 Oktober.

Angkanya cukup mencengangkan. Sejak perang dimulai, pasukan dan pemukim Israel telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina di Tepi Barat. Banyak dari korban itu adalah militan, tapi puluhan lainnya adalah warga sipil biasa.

Di sisi lain, setidaknya 44 warga Israel termasuk tentara dan sipil juga kehilangan nyawa dalam serangan Palestina atau operasi militer Israel.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar