Sayangnya, usaha itu gagal.
"Mereka terjatuh di sisi kanan jalan setapak depan rumah," jelas Budiono. Adegan yang mengharukan pun terungkap saat proses evakuasi. "Bahkan ada jasad yang bertumpuk jadi satu dalam kondisi memeluk anak," tambahnya, menggambarkan betapa kuatnya ikatan seorang ibu bahkan di detik-detik terakhir.
Di sisi lain, nasib sebelas korban lainnya masih menjadi misteri. Budiono menduga mereka berada di titik yang berbeda dari lokasi penemuan terakhir. Hingga sore hari sebelum pencarian ditutup, tidak ada tanda-tanda yang bisa mengarah pada keberadaan mereka.
Keputusan untuk menghentikan pencarian bukan tanpa alasan. Ada banyak pertimbangan yang melatarbelakanginya. Salah satunya adalah perlunya pemerintah setempat untuk segera beralih fokus.
Satgas Penanganan Tanah Longsor Pemda Banjarnegara kini harus mengalihkan energi untuk menangani para pengungsi yang selamat, termasuk memastikan ketersediaan hunian sementara atau huntara bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan