Kisah Pilu di Balik Penghentian Pencarian Korban Longsor Banjarnegara

- Rabu, 26 November 2025 | 00:55 WIB
Kisah Pilu di Balik Penghentian Pencarian Korban Longsor Banjarnegara

Setelah sepuluh hari yang melelahkan, tim SAR gabungan akhirnya menghentikan operasi pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Banjarnegara. Padahal, masih ada sebelas orang yang dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, mengonfirmasi penghentian ini melalui sebuah keterangan tertulis.

"Pencarian yang dimulai pada awal kejadian, Minggu, 16 November 2025 lalu, akhirnya di hari ke-10 ini resmi dihentikan," ujarnya.

Hari terakhir operasi setidaknya masih membawa sedikit 'hasil'. Lima korban berhasil dievakuasi dalam rentang waktu yang singkat, antara pukul satu lebih dua puluh hingga pukul setengah tiga sore. Temuan ini seperti secercah harapan setelah dua hari berturut-turut tim tak menemukan satu pun korban.

Menurut Budiono, kelima korban yang ditemukan di sektor A2 itu berasal dari satu keluarga. Dari kesaksian kerabat, mereka terlihat berlari menyelamatkan diri saat tanah bergerak.

Sayangnya, usaha itu gagal.

"Mereka terjatuh di sisi kanan jalan setapak depan rumah," jelas Budiono. Adegan yang mengharukan pun terungkap saat proses evakuasi. "Bahkan ada jasad yang bertumpuk jadi satu dalam kondisi memeluk anak," tambahnya, menggambarkan betapa kuatnya ikatan seorang ibu bahkan di detik-detik terakhir.

Di sisi lain, nasib sebelas korban lainnya masih menjadi misteri. Budiono menduga mereka berada di titik yang berbeda dari lokasi penemuan terakhir. Hingga sore hari sebelum pencarian ditutup, tidak ada tanda-tanda yang bisa mengarah pada keberadaan mereka.

Keputusan untuk menghentikan pencarian bukan tanpa alasan. Ada banyak pertimbangan yang melatarbelakanginya. Salah satunya adalah perlunya pemerintah setempat untuk segera beralih fokus.

Satgas Penanganan Tanah Longsor Pemda Banjarnegara kini harus mengalihkan energi untuk menangani para pengungsi yang selamat, termasuk memastikan ketersediaan hunian sementara atau huntara bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar