Petani di Buton Tewas Diterkam Piton Tujuh Meter Usai Pulang Kebun

- Selasa, 25 November 2025 | 13:50 WIB
Petani di Buton Tewas Diterkam Piton Tujuh Meter Usai Pulang Kebun

Sebuah peristiwa tragis merenggut nyawa seorang petani di Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Korban, La Dusu (52), meninggal dunia setelah dililit ular piton raksasa sepanjang tujuh meter.

Kejadian mengerikan ini berlangsung pada Minggu sore sekitar pukul lima, di kawasan Lingkungan Makolona. Saat itu, La Dusu sedang dalam perjalanan pulang dari kebunnya, hendak menuju rumah.

Menurut Kapolsek Sampolawa, Ipda Kardi, korban tiba-tiba diserang oleh ular tersebut di tengah perjalanan.

"Korban saat itu pulang dari kebun dan langsung diserang ular tersebut,"

Kardi melanjutkan kronologi kejadian. Suara teriakan minta tolong La Dusu terdengar oleh sejumlah warga yang kemudian bergegas mencari sumber suara. Apa yang mereka temukan sungguh mengerikan: seekor ular piton berukuran sangat besar telah melilit erat tubuh sang petani.

"Iya benar, ukuran ularnya sekitar 7 meter,"

Namun begitu, kondisi di lapangan sungguh kacau. Warga yang datang pertama kali sempat panik dan takut mendekat. Bayangkan saja, melihat ular sebesar itu secara langsung pasti membuat siapapun ciut. Mereka tidak bisa berbuat banyak untuk segera melepaskan lilitan dari tubuh La Dusu.

Melihat situasi yang semakin genting, beberapa warga lalu memanggil bantuan tambahan. Seorang warga lainnya akhirnya datang dengan membawa parang. Dengan nekat, ia menebas tubuh ular piton itu berkali-kali hingga akhirnya reptil tersebut mati.

Pascainsiden, suasana lokasi masih mencekam. Bangkai ular piton sepanjang tujuh meter itu tergeletak di semak-semak dengan kondisi mengenaskan. Badannya penuh dengan luka tebasan yang dalam, bahkan terpotong di beberapa bagian. Kerumunan warga pun tak henti memandangi sisa-sisa peristiwa nahas yang merenggut nyawa tetangga mereka.

Sayangnya, semua upaya pertolongan itu sudah terlambat. Nyawa La Dusu tidak dapat diselamatkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar