Misteri Bocah Hilang Akhirnya Terjawab, Ternyata Dibunuh Ayah Tirinya
Setelah delapan bulan lamanya, kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho yang berusia 6 tahun akhirnya menemui titik terang. Sayangnya, kabar ini justru yang paling ditakuti. Alvaro ditemukan meninggal dunia, tinggal kerangka, di sekitar Jembatan Cilalay, Tenjo, Jawa Barat.
Polisi telah menetapkan seorang tersangka dengan inisial AI. Pria ini bukan orang lain; dia adalah ayah tiri dari korban sendiri. Namun, alur kasus ini berbelit lagi. Tak lama setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, AI justru ditemukan tewas. Dia diduga bunuh diri di ruang konseling Polres Jakarta Selatan.
Kronologi Kelam di Balik Hilangnya Alvaro
Menurut penjelasan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, awal mula tragedi ini adalah penculikan. AI disebut menculik Alvaro dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pengakuan pelaku sendiri yang mengungkap fakta pahit ini.
Saat dibawa pergi, Alvaro dikabarkan terus menangis, tak bisa dihentikan. Tangisannya itu rupanya memicu aksi yang lebih brutal dari sang ayah tiri.
“Pada saat korban dibawa dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia,”
Budi menyampaikan pernyataan ini dalam jumpa pers yang digelar pada Senin malam.
Setelah yakin Alvaro meninggal, pelaku kemudian mengambil langkah berikutnya untuk menyembunyikan perbuatannya. Jenazah Alvaro dibungkus dengan plastik berwarna hitam. Mayatnya lalu dibuang.
“Setelah korban meninggal, pelaku membungkus jenazah dengan plastik berwarna hitam dan membuang di wilayah Tenjo, tepatnya di Jembatan Cilalay pada tanggal 9 Maret 2025 pada malam hari atau 3 hari setelah diketahui AKN hilang,”
Jelas Budi, melengkapi kronologi yang memilukan itu.
Artikel Terkait
Polri Sosialisasikan Call Center 110 Lewat Program ‘Bang Kopling’ untuk Perkuat Keamanan di Lubuklinggau
KPK Periksa Perdana Silmy Karim Usai Ditahan, Dalami Hasil Penggeledahan Rumah
Kejaksaan Agung Serahkan Ketua Nonaktif Ombudsman Hery Susanto ke Jaksa Penuntut dalam Kasus Korupsi Nikel
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Kepulauan Sangihe, Puluhan Gempa Susulan Terjadi