Pernyataan itu sejalan dengan catatan Program Vulkanisme Global Smithsonian Institution. Mereka menyatakan gunung ini tak pernah meletus sepanjang era Holosen, yang dimulai sekitar 12.000 tahun silam, tepat di ujung Zaman Es terakhir.
Gunung berapi setinggi 500 meter ini berdiri di kawasan Lembah Rift, zona geologis yang super aktif. Di sinilah dua lempeng tektonik saling bertumbukan. Awan abunya sudah melintas jauh, terbang melayang di atas langit Yaman, Oman, India, bahkan Pakistan utara.
Sampai berita ini diturunkan, otoritas setempat di Afar belum memberikan tanggapan terkait kemungkinan korban jiwa atau jumlah warga yang mengungsi. Situasinya masih berkembang, dan semua mata tertuju pada gunung yang baru saja terbangun itu.
Artikel Terkait
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Haji
Bhayangkara FC Waspadai Persijap Jepara Meski dalam Momentum Positif
Polda Sumsel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka Hari Bhayangkara
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta