Rekam Jejak Digital Bocorkar Rencana Balas Dendam Ayah Tiri dalam Kasus Alvaro

- Senin, 24 November 2025 | 20:20 WIB
Rekam Jejak Digital Bocorkar Rencana Balas Dendam Ayah Tiri dalam Kasus Alvaro
Kasus Pembunuhan Alvaro Kiano

Rekam Jejak Digital Ungkap Motif Balas Dendam Ayah Tiri

Penyelidikan polisi terhadap kasus meninggalnya Alvaro Kiano (6) mengerucut pada satu nama: AI, ayah tiri korban sendiri. Dari rekam jejak digitalnya, terkuak percakapan-percakapan yang penuh amarah. Polisi menemukan indikasi kuat bahwa pelaku didorong oleh keinginan untuk membalas dendam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam sebuah konferensi pers yang digelar Senin (24/11/2025), membeberkan temuan tim penyidik. Mereka telah mendalami percakapan digital yang ditinggalkan oleh terduga pelaku.

"Penyidik menemukan adanya indikasi kuat dorongan emosional pelaku. Dari penyidikan, terang-terangan ada kalimat 'gimana caranya gue balas dendam' ini muncul berulang kali," ujar Budi.

Menurutnya, kalimat itu kerap muncul dalam konteks kemarahan dan rasa sakit hati yang ditujukan kepada pihak tertentu.

Bocah berusia enam tahun itu pertama kali dilaporkan hilang pada 6 Maret 2025. Ibunya, Arumi, menceritakan bahwa putranya itu rutin pergi ke masjid dekat rumah mereka di Bintaro untuk salat magrib. Namun, malam itu, Alvaro tak kunjung pulang.

"Dari abis magrib itu nggak pulang-pulang. Jam 7, jam 8 dicari juga nggak ada. Sampai jam 10 lah, nggak ada," kenang Arumi saat dihubungi pada Kamis (17/4). "Kita tanya sama teman-temannya yang di masjid, katanya dari sore nggak sama Alvaro. Berarti besar kemungkinan dia diculik sebelum salat magrib."

Kembali ke proses hukum, setelah diperiksa, AI akhirnya mengaku. Dia berniat balas dendam, lalu menculik Alvaro dari area masjid. Budi Hermanto melanjutkan kronologinya.

"Pada saat korban dibawa dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia," tuturnya.

Tragis. Setelah yakin korban telah meninggal, pelaku kemudian membungkus jasad malang itu dengan plastik hitam. Jasad itu lalu dibuang di Jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor, pada malam hari tanggal 9 Maret 2025.

Sementara itu, jenazah yang diduga kuat adalah Alvaro baru ditemukan pada hari Minggu (23/11). Untuk memastikan identitasnya, polisi masih menunggu hasil tes DNA.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menegaskan, "Tapi kita butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan labfor ya. Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro."

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar