Taj Yasin Buka Suara Soal Polemik Hari Sekolah di Jateng

- Senin, 24 November 2025 | 18:45 WIB
Taj Yasin Buka Suara Soal Polemik Hari Sekolah di Jateng

Isu tentang apakah Jawa Tengah akan kembali memberlakukan sekolah enam hari atau tetap bertahan dengan lima hari, ramai sekali diperbincangkan belakangan ini. Baik di media sosial maupun obrolan warung kopi, topik ini seolah tak ada habisnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, akhirnya angkat bicara. Ia mengaku telah menindaklanjuti dinamika yang berkembang di masyarakat tersebut.

"Kami menindaklanjuti dinamika yang ramai dibahas di masyarakat dan media sosial, apakah Jateng akan kembali menerapkan lima atau enam hari sekolah,"

kata Taj Yasin dalam sebuah keterangan tertulis, Senin (24/11/2025). Pernyataan ini disampaikannya usai memimpin Rapat Evaluasi Jumlah Hari Sekolah per Minggu di kompleks Kantor Gubernur Jateng.

Nah, untuk memutuskan hal yang sedemikian penting, Taj Yasin tak mau gegabah. Ia memastikan akan melibatkan banyak pihak. Berbagai stakeholder akan diajak duduk bersama untuk mengkaji dampaknya dari segala sisi. Hasil dari kajian mendalam inilah yang nantinya menjadi pijakan untuk mengambil kebijakan.

Di sisi lain, usulan untuk kembali ke sistem enam hari sekolah ternyata bukan hal baru. Aspirasi ini, menurut Taj Yasin, sudah lama disuarakan, terutama oleh warga di sejumlah daerah. Kekhawatiran masyarakat akan ketergantungan anak-anak pada gawai pascasekolah diduga menjadi pemicu utamanya.

"Ketika anak berada di lingkungan sekolah, dianjurkan tidak menggunakan gawai. Itu sebabnya kami melakukan evaluasi kembali tahun ini,"

jelasnya, merinci alasan di balik wacana tersebut.

Namun begitu, Taj Yasin menegaskan bahwa semua masih dalam tahap pertimbangan. Belum ada keputusan final sama sekali. Semua opsi masih dibuka lebar, mulai dari penerapan serentak di seluruh Jawa Tengah, hingga kemungkinan menjalankannya sebagai proyek percontohan di daerah tertentu terlebih dahulu.

"Nanti akan diputuskan berdasarkan hasil kajian,"

tutupnya, mengakhiri penjelasan. Jadi, semuanya masih menunggu. Semua tergantung pada kajian yang sedang berjalan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar