Soal kehadiran, meski hanya 25 dari 43 anggota yang datang, rapat tetap dinyatakan memenuhi kuorum.
"Mengingat urgensi pertemuan ini, saya nyatakan rapat dibuka dan tertutup untuk umum," sambung Utut.
Berdasarkan agenda yang beredar, rapat ini rencananya akan membahas situasi Papua, terutama soal kedaulatan dan stabilitas di sana. Rencana pembentukan KODAM baru, serta peran Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan, juga disebut akan jadi bahan diskusi untuk memperkuat pertahanan dan mendukung kesejahteraan.
Namun begitu, detailnya masih simpang siur.
TB Hasanuddin, salah satu anggota yang dikonfirmasi, hanya singkat menyebut rapat membahas "kebijakan dan strategi pertahanan nasional".
Ia mengaku pembahasan mendalam tentang Papua dan wacana kodam baru belum disentuh sama sekali dalam rapat yang masih berjalan.
"Belum dipaparkan," katanya singkat.
Artikel Terkait
Makanan Bergizi Ibu Hamil Disajikan dalam Kantong Plastik, Kader Posyandu Banten Dituding Ceroboh
Gempa 6,4 SR Guncang Melonguane, Getaran Terasa hingga Ternate
PDIP Santai Tanggapi Ambisi Kaesang Jadikan Jateng Kandang Gajah
Trump Ancam Iran, Khamenei Tak Gentar: Gejolak Jalanan Berubah Jadi Perlawanan Politik