Tanggul Pantai Mutiara Bocor, Air Laut Merembes hingga Kolam Renang

- Senin, 24 November 2025 | 13:20 WIB
Tanggul Pantai Mutiara Bocor, Air Laut Merembes hingga Kolam Renang
Laporan Tanggul Bocor

Video yang beredar di Instagram pada Senin (24/11/2025) cukup membuat waswas. Tampak jelas air laut merembes dari bawah struktur Tanggul Pantai Mutiara, Jakarta Utara. Retakan kecil pun terlihat di bagian bawah tembok pertahanan itu.

Air yang bocor itu akhirnya menggenang di sisi lain tanggul tepatnya di area kolam renang. Cukup mengkhawatirkan, bukan? Kejadian ini langsung viral di media sosial dalam hitungan jam.

Menanggapi heboh tersebut, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta akhirnya angkat bicara. Mereka mengaku sudah melakukan survei lapangan dan sedang menyiapkan rencana perbaikan.

"Merespons informasi di sosial media soal tanggul rembes di Pantai Mutiara, Dinas SDA DKI Jakarta saat ini sudah dilakukan survei lapangan," jelas Alfan Widyastanto, Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Senin (24/11/2025).

Tak hanya fokus pada satu titik, Dinas SDA juga sedang memetakan kondisi tanggul sepanjang pesisir utara Jakarta. Tujuannya jelas: mengidentifikasi bagian-bagian lain yang berpotensi bocor atau rembes.

"Pemetaan juga dilakukan pada tanggul-tanggul di pesisir pantai yang terindikasi dan berpotensi mengalami rembes maupun kebocoran," lanjut Alfan.

Khusus untuk tanggul di Pantai Mutiara, proses perencanaan perbaikannya sudah berjalan. Salah satu solusi yang diusung adalah menaikkan elevasi tanggul agar lebih tinggi dari kondisi sekarang.

"Saat ini sedang melaksanakan tahap perencanaan dengan elevasi tanggul yang akan lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi tanggul saat ini," ungkapnya.

Alfan menegaskan, perbaikan akan dilakukan secepat mungkin. Namun begitu, semua tetap harus mengikuti prosedur teknis dan aspek keamanan. Setelah perencanaan rampung, pelaksanaan konstruksi akan menyusul tinggal menunggu proses administrasi dan kesiapan lapangan.

"Target pelaksanaan pekerjaan diharapkan dapat terealisasi secepat mungkin dan sesuai dengan prosedur yang ada," imbuhnya.

Jadi, meski viralnya bikin cemas, setidaknya langkah perbaikan sudah mulai digarap. Kita tunggu saja realisasinya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar