Di sisi lain, PBNU sendiri baru saja menggelar silaturahim alim ulama. Dari pertemuan itu, muncul kesepakatan bulat bahwa Gus Yahya tidak akan mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum PBNU.
Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, dalam jumpa pers terpisah juga menegaskan hal serupa. "Sudah disepakati bahwa kepengurusan PBNU harus berjalan sampai akhir periode, yang kurang lebih masih satu tahun lagi menuju Muktamar. Tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri. Semua sepakat dan akan bergerak 100 persen," tegasnya.
Wacana pemakzulan Gus Yahya sendiri mencuat setelah Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU memintanya mengundurkan diri. Isu ini kian panas setelah risalah Rapat Harian Syuriah PBNU beredar luas.
Rapat harian syuriah itu sendiri digelar pada Kamis (20/11) di Hotel Aston City Jakarta. Dari 53 pengurus harian syuriah, 37 orang hadir. Risalah rapat tersebut ditandatangani langsung oleh pimpinan rapat, KH Miftachul Akhyar, yang juga menjabat sebagai Rais Aam PBNU.
Artikel Terkait
KPK Gelar OTT Perdana 2026, Kantor Pajak dan Perusahaan Tambang Jadi Sasaran
Trump Siap Bantu Iran, Gelombang Protes Makin Mengguncang
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan