Kala itu, SF sudah berangkat mengajar. Menurut pengakuan Riko, sebenarnya dia ingin segera pergi dari situ. Namun suasana di sekitar kontrakan sedang ramai. Akhirnya, dia memutuskan untuk bertahan di dalam kamar korban.
Nahas. Saat SF pulang kerja, dia langsung melihat Riko di dalam kamarnya. Spontan, SF berteriak "maling!"
Riko yang ketakutan langsung membekap mulut SF dan mendorongnya hingga terjatuh di atas kasur. Dalam kepanikan itu, dia menggunakan jilbab dan baju milik korban untuk membekap mulutnya lebih kuat. Tangan SF diikat dengan dasi, sementara kakinya dibelenggu dengan jilbab. Riko mengaku tak tahu persis apakah saat itu korban masih bernyawa atau sudah meninggal.
Kasus ini meninggalkan duka yang mendalam. Seorang guru muda meregang nyawa di tangan tetangganya sendiri, berawal dari rangkaian kepanikan dan kesalahpahaman yang berakhir tragis.
Artikel Terkait
PPI Dunia dan BNSP Jajaki Kerja Sama Sertifikasi Kompetensi untuk Pelajar di Luar Negeri
Menteri Agus Andrianto Kembangkan Dapur Lapas dan Dorong Kemitraan dengan Pengusaha Lokal
KPK Jelaskan Alasan Jaksa Absen di Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas
Banjir dan Longsor di Minas Gerais Tewaskan 20 Orang, Puluhan Hilang