Skrining Jiwa di Ibu Kota: 3% Warga Jakarta Berisiko Alami Depresi

- Minggu, 23 November 2025 | 08:35 WIB
Skrining Jiwa di Ibu Kota: 3% Warga Jakarta Berisiko Alami Depresi
Update Kesehatan Jiwa di Jakarta

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di DKI Jakarta sudah menjangkau 365.730 orang dewasa dan lansia. Dari jumlah itu, ada fakta yang cukup menggelitik perhatian. Kementerian Kesehatan punya imbauan khusus buat warga yang belum ikut serta.

"Mohon warga DKI Jakarta bisa melakukan CKG dan termasuk mengisi skrining kesehatan jiwanya," ujar Yunita Arihandayani, Ketua Tim Kerja Deteksi Dini dan Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA.

Pernyataan itu disampaikan dalam seminar daring 'Merawat Kesehatan Mental Ibu sebagai Pilar Ketahanan Keluarga', Jumat (21/11). Yunita kemudian membeberkan data yang cukup mencengangkan.

Ternyata, dari yang sudah diskrining, sebanyak 10.973 orang atau sekitar 3% menunjukkan kemungkinan gejala depresi. Angka ini jadi perhatian serius. Soalnya, prevalensi penduduk di atas 15 tahun yang mengalami depresi di Jakarta itu 1,5%, sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional yang cuma 1,4%.

Selain depresi, masalah lain yang muncul adalah kecemasan. Di antara ratusan ribu orang yang diskrining, sekitar 9.090 orang atau 2,49% menunjukkan gejala kecemasan. Ini bukan angka kecil. Bahkan, di Jakarta, masalah kesehatan jiwa pada usia di atas 15 tahun ini menempati peringkat kedua dari 10 penyakit tertinggi.

Kalau dibandingin sama provinsi lain, Jawa Barat punya prevalensi tertinggi untuk masalah kesehatan jiwa, yakni 4,4%. Sementara rata-rata nasionalnya 2%. Jakarta sendiri sedikit lebih tinggi dari nasional, yaitu 2,2%.

"Secara nasional rata-ratanya 2 persen. DKI Jakarta sedikit lebih tinggi, 2,2 persen," jelas Yunita, merujuk data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023.

Nah, di sisi lain, skrining kesehatan jiwa ini sebenarnya langkah penting. Bukan cuma formalitas. Dengan deteksi dini, masalah bisa ditangani lebih cepat. Untungnya, hampir seluruh Puskesmas di Jakarta sekarang sudah punya psikolog klinis. Jadi, aksesnya lebih gampang.

Tapi perlu diingat, skrining ini bukan alat untuk diagnosis. Fungsinya lebih ke penunjang, membantu orang memahami apa yang mungkin mereka alami. Ini semacam peringatan awal aja.

Buat warga Jakarta yang merasa butuh bantuan, ada layanan telekonsultasi JakCare. Bisa diakses lewat aplikasi JAKI atau nelpon gratis ke 0800-1500-119. Layanan ini diluncurkan Pemprov DKI pada Mei 2025 sebagai bentuk pertolongan pertama dan deteksi dini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar