Riris sudah terbiasa minum jamu sejak kecil. Favoritnya kunyit asam dan beras kencur. Bahkan, dia dan teman-temannya sering bercanda dengan ungkapan "asmara hancur, beras kencur meluncur".
"Jamu itu beneran enak banget. Rasanya minuman paling pas aja di aku. Favoritku kunir asem sama beras kencur, terbaik itu dua, ditambah sensasi jahe anget di akhir, the best pokoknya," ujarnya.
Riris juga mengaku tidak cocok dengan minuman kekinian seperti kopi atau alkohol. Efek sampingnya bikin dia tidak nyaman.
"Aku tuh Gen Z yang nggak bisa minum kopi, kalau kena kopi perutku nggak enak, dadanya juga deg-degan terus. Nggak tahu karena cafein atau laktosa ya," katanya.
"Sama juga kalau minuman keras, walaupun cuman bir yang 0, berapa persen doang mesti badanku gatal-gatal merah gitu. Emang sangat tidak Gen Z gaul," lanjutnya.
Jadi, buat Riris dan banyak Gen Z lainnya, jamu bukan sekadar tradisi. Ini pilihan hidup yang sehat, nyaman, dan tentu saja, ramah di kantong.
Artikel Terkait
Debt Collector Tangerang Tusuk Pemilik Mobil yang Diduga Menunggak Cicilan
BSN Merambah Ekosistem Muhammadiyah untuk Dongkrak Pasar Perbankan Syariah
Mantan Presiden Yoon Suk-yeol Ajukan Banding Atas Vonis Seumur Hidup
Presiden Sheinbaum Jaminkan Keamanan Piala Dunia 2026 di Guadalajara Pascabentrokan Berdarah