Ricuh Malam di Bogor, Pelajar Pesta Kemenangan Diserang Gerombolan Tak Dikenal

- Sabtu, 22 November 2025 | 11:40 WIB
Ricuh Malam di Bogor, Pelajar Pesta Kemenangan Diserang Gerombolan Tak Dikenal

Suasana malam Jumat di Jalan Ahmad Yani II, Tanah Sareal, Bogor, mendadak ricuh. Belasan pelajar SMA yang baru saja pulang dari sebuah turnamen sepak bola menjadi sasaran penyerangan. Pelakunya? Sekelompok orang tak dikenal yang diduga masih berusia remaja.

Menurut Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, kronologinya bermula saat para korban sedang makan malam. Mereka baru saja selesai bertanding mini soccer. “Adanya anak sekolah dari SMA yang sedang makan sehabis main mini soccer, lalu didatangi oleh sekelompok remaja yang tidak dikenal,” jelas Doddy pada Sabtu (22/11/2025).

Rupanya, rencana mereka belum selesai. Usai makan, para pelajar itu berniat melanjutkan perayaan kemenangan di rumah salah seorang teman. Namun, di tengah perjalanan, malapetaka datang.

“Saat menuju rumah tersebut, diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal,” ujarnya lagi. Polisi pun langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memastikan keadaan.

Dalam video yang beredar, situasinya jauh lebih mencekam. Gerombolan remaja yang mengendarai empat sepeda motor itu konfrontatif. Mereka dilaporkan membawa senjata tajam. Gara-gara serangan itu, para pelajar pun pontang-panting menyelamatkan diri, berlindung ke rumah-rumah warga terdekat. Beberapa warga tampak menanyai salah satu pelajar yang ketakutan, mencoba menyusun puzzle kejadian yang sebenarnya.

Untungnya, situasi akhirnya bisa dikendalikan. Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, para pelajar diantar pulang dengan pengawasan ketat. “Setelah pihak sekolah hadir, anak-anak diarahkan pulang dengan dikawal pihak sekolah atau Satgas Pelajar. Situasi aman dan kondusif nihil korban,” imbuh Doddy. Malam itu berakhir dengan rasa was-was, meski kondisi perlahan kembali tenang.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar