Dengan perasaan cemas, sang ibu langsung bergegas ke rumah sakit. Sayangnya, dia sudah terlambat. Yang dia temui bukanlah anaknya yang sedang dirawat, melainkan jasad tak bernyawa. Rasa curiga mulai menguar. Kematian yang tiba-tiba dan tidak wajar ini mendorongnya untuk melaporkan kejadian ini kepada polisi.
Dari penyelidikan yang dilakukan, terungkap sebuah pengakuan yang memilukan.
"Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku R mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban di rumah kontrakannya menggunakan gagang sapu ijuk dan balok kayu," tambah Ibnu Robbani.
Pengakuan itu sekaligus menegaskan dugaan awal bahwa kematian balita malang ini bukanlah sebuah kecelakaan, melainkan sebuah tindak kekerasan yang berakhir pada tragedi.
Artikel Terkait
Jepang Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Nasional pada Mei 2026
Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Halal Bihalal di Kota Tua
Iran Setujui Gencatan Senjata Dua Pekan, Perundingan Damai dengan AS Segera Dimulai di Islamabad
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI Setelah 34 Tahun