Dengan perasaan cemas, sang ibu langsung bergegas ke rumah sakit. Sayangnya, dia sudah terlambat. Yang dia temui bukanlah anaknya yang sedang dirawat, melainkan jasad tak bernyawa. Rasa curiga mulai menguar. Kematian yang tiba-tiba dan tidak wajar ini mendorongnya untuk melaporkan kejadian ini kepada polisi.
Dari penyelidikan yang dilakukan, terungkap sebuah pengakuan yang memilukan.
"Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku R mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban di rumah kontrakannya menggunakan gagang sapu ijuk dan balok kayu," tambah Ibnu Robbani.
Pengakuan itu sekaligus menegaskan dugaan awal bahwa kematian balita malang ini bukanlah sebuah kecelakaan, melainkan sebuah tindak kekerasan yang berakhir pada tragedi.
Artikel Terkait
Trump Godok Rencana Kontroversial: Tawarkan Rp1,6 Miliar per Warga untuk Beli Greenland
Dua Bocah Tertimbun Longsor di Bogor, Selamat Berkat Evakuasi Kilat
Kemacetan di Keluar Tol Kebon Bawang Mulai Terurai, Polisi Ungkap Pola Rutin
Trump Bebaskan Dua Kru Rusia, Moskow Ucapkan Terima Kasih