Turis China Tewas di Hostel Canggu, Diduga Akibat Keracunan
Suasana hostel di Canggu yang biasanya riuh rendah, mendadak berubah sunyi oleh sebuah peristiwa tragis. Deqingzhuoga, seorang turis asal China berusia 25 tahun, ditemukan tewas di Clandestino Hostel, Jalan Kayu Tulang, Desa Canggu.
Menurut keterangan Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti dari Polres Badung, malam sebelum kejadian, korban sempat mengeluh merasa tidak enak badan kepada staf resepsionis. "Korban mengeluh sakit di bagian kepala dan punggung serta merasa lemas," ujar Ayu. Saat berbincang, Deqingzhuoga bahkan muntah sekali ke tempat sampah di dekat tempat tidurnya. Staf yang melihatnya menawarkan makanan, tapi korban menolak. Yang dimintanya cuma air putih dan pisang.
Karena kondisinya yang tak kunjung membaik, korban sempat dibawa berobat ke sebuah klinik. Namun, sekitar pukul 23.30 Wita, dia memutuskan pulang. Alasan penolakannya untuk rawat inap sederhana: tidak ada biaya. Dia hanya membawa pulang selembar resep dan obat yang dibelinya di apotek dekat klinik.
Keesokan harinya, sekitar pukul 11.00 Wita, seorang staf resepsionis lain yang bernama Eka merasa heran. Deqingzhuoga belum juga melakukan check-out. Setelah berulang kali mengetuk tanpa jawaban, Eka memberanikan diri membuka pintu kamar. Pemandangan yang ia lihat membuatnya kaget: tubuh Deqingzhuoga terbaring tengkurap di lantai, tak bergerak.
Polisi yang datang tak lama kemudian menemukan korban dalam posisi tengkurap, kepala menghadap utara dan kaki ke selatan. Di dekat tempat tidur, masih terlihat bekas muntahan di dalam tempat sampah. Pencarian lebih lanjut menemukan sejumlah obat dalam tas korban. Mulai dari Lorano Akut, ibuhexal akut, paracetamol, hingga Amoxicillin 500 dan beberapa jenis obat lainnya seperti Siderm Lotion dan Prednisolone 5 mg. Di ransel hitamnya, masih ada Vicee 500, Fenbid kapsul, serta dua bungkus obat lain.
"Sebab pasti kematian tentu tidak bisa ditentukan begitu saja," jelas Ayu, mencoba memberikan penjelasan yang hati-hati. "Akan tetapi, kemungkinan kematian akibat iritasi saluran pencernaan yang memicu diare parah hingga menyebabkan dehidrasi dan kekurangan elektrolit, tidak bisa kita kesampingkan."
Yang mengkhawatirkan, kasus ini ternyata bukan cuma menimpa Deqingzhuoga. Ada enam turis lain yang dilaporkan mengalami gejala serupa dan harus dilarikan ke klinik maupun rumah sakit. Mereka berasal dari berbagai negara: dua dari China, dua dari Jerman, satu dari Saudi Arabia, dan satu warga Filipina. Menurut Ayu, para tamu yang sakit itu menempati kamar yang sama dengan korban dan juga kamar nomor 5 di hostel tersebut.
Artikel Terkait
Ribuan Guru Blokir Akses ke Stadion Azteca Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026
Presiden Miliki Hak Prerogatif Perpanjang Usia Pensiun Kapolri, Wamenkum Tegaskan
Jadwal Salat DKI Jakarta Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.28, Magrib 17.48 WIB
Jadwal Salat Bandung Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.26, Subuh 04.36, dan Isya 18.58 WIB