Washington Batal Boikot, AS Putar Haluan Ikuti KTT G20 di Johannesburg

- Jumat, 21 November 2025 | 03:15 WIB
Washington Batal Boikot, AS Putar Haluan Ikuti KTT G20 di Johannesburg

Nggak nyangka, Amerika Serikat rupanya berubah haluan soal pemboikotan KTT G20 di Johannesburg. Padahal, rencananya mereka bakal absen dari pertemuan puncak yang digelar akhir pekan ini. Kabar ini datang langsung dari Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, yang bilang kalau Washington kini berniat ikut serta dalam bentuk partisipasi apa pun itu.

Sebelumnya, seperti dilaporkan AFP, Jumat lalu, pemerintah AS memang sempat bersikukuh untuk tidak hadir. Alasannya, mereka keberatan dengan prioritas pertemuan yang ditetapkan oleh Afrika Selatan selaku pemegang presidensi G20 tahun ini. Tapi ternyata, sikap itu berubah belakangan.

Ramaphosa mengaku telah menerima pemberitahuan resmi dari Amerika. "Kami masih mendiskusikan dengan mereka soal perubahan sikap ini mau ikut dalam bentuk seperti apa," ujarnya di depan para wartawan. Menurut dia, waktu memang agak mepet karena KTT tinggal hitungan hari lagi.

"Jadi, kami harus segera duduk bersama, lihat apa ini bisa diterapkan dan apa implikasinya," tambahnya.

Di sisi lain, Afrika Selatan justru menyambut baik perubahan sikap Amerika ini. Ramaphosa menyebutnya sebagai "tanda positif". Bagaimanapun, AS tetap menjadi ekonomi terbesar di dunia. "Mereka harus hadir di sini," tegasnya. "Kami senang ada perubahan pendekatan, meski detailnya masih kami bahas."

Perlu diingat, hubungan kedua negara belakangan memang tidak begitu mulus. Presiden AS Donald Trump, sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, beberapa kali menyoroti Afrika Selatan dengan nada keras. Salah satunya adalah klaimnya yang sudah dibantah banyak pihak bahwa warga Afrikaner kulit putih di sana mengalami pembunuhan sistematis. Isu itu sempat memanas dan menambah ketegangan di antara kedua pemerintah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar