Di sisi lain, Rerie mengingatkan bahwa memasuki musim hujan, lokasi penemuan fosil gajah purba itu jadi rawan tergenang. Air yang menggenang bisa merusak fosil-fosil bersejarah tersebut. Ia pun menilai perlu segera ada tindakan nyata. Misalnya, dengan memasang cungkup dan sistem drainase yang memadai untuk mengantisipasi curah hujan tinggi.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI, ia berpendapat bahwa upaya konservasi di situs seperti Patiayam harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Soalnya, temuan-temuan bersejarah semacam ini adalah sumber pengetahuan yang sangat berharga bagi masyarakat.
Tak hanya itu, lokasi itu juga punya potensi besar untuk jadi kawasan wisata. Bayangkan, orang-orang bisa datang, belajar, sekaligus melihat langsung peninggalan purbakala. Dengan segala manfaat yang bisa diraih mulai dari edukasi hingga ekonomi Rerie menegaskan sudah waktunya pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat bahu-membahu memberi perhatian lebih pada konservasi situs bersejarah semacam Patiayam.
Artikel Terkait
Taksi Listrik Hantu Meluncur Mundur, Hantam Restoran di Tangerang
Bentrok di Aleppo Picu Eksodus Massal dan Ancaman Perang Baru
Banjarbaru Siap Gelar Peluncuran Resmi Sekolah Rakyat Pekan Depan
JPO Sarinah, Ikon Pertama Penyeberangan Indonesia, Siap Bangkit Kembali