Cinta Pertama Hingga Gugatan Cerai: Kisah Cinta Ridwan Kamil yang Tak Sederhana

- Kamis, 18 Desember 2025 | 11:00 WIB
Cinta Pertama Hingga Gugatan Cerai: Kisah Cinta Ridwan Kamil yang Tak Sederhana
Kisah Lalu Ridwan Kamil dan Atalia

Sebelum Atalia, Ada Cerita Lain di Hidup Ridwan Kamil

Publik lagi ramai membicarakan Ridwan Kamil. Mantan Gubernur Jawa Barat ini baru saja digugat cerai oleh istrinya, Atalia Praratya. Di tengah hiruk-pikuk itu, kisah masa lalunya pun kembali mencuat. Ternyata, jalan cinta Kang Emil sapaan akrabnya dulu nggak semulus yang dibayangkan.

Atalia, yang dikenal sebagai pendampingnya selama ini, bukanlah cinta pertamanya. Bahkan, di usia muda, Emil pernah merasakan pahitnya ditinggal kekasih. Penyebabnya? Keadaan ekonomi yang serba pas-pasan saat itu.

Dalam sebuah sesi di kanal YouTube CXO Media, dia bercerita dengan santai.

“Diputusin oleh cinta pertama,” ujarnya.
“Jadi, cinta pertama saya yang saya kira adalah segalanya. Ternyata kawin sama om-om. Ninggalin aku yang mahasiswa ITB, yang duitnya pas-pasan, motor bebek butut, nggak punya duit kalau ngapel,” kenang Ridwan Kamil.
“Tapi saya yakin dia menyesal sekarang,” tambahnya sambil tertawa.

Di sisi lain, kisah cintanya dengan Atalia justru penuh warna. Dalam sebuah wawancara lama di Channel YouTube Good Friend, Atalia membocorkan cerita lucu sekaligus romantis tentang suaminya.

Alvin, sang pewawancara, sempat memancing dengan pertanyaan kocak.

"Tapi bener Kang Emil itu dulu urutan ke-42 dari yang berminat sekali sama teh Cinta?" tanya Alvin.

Atalia pun membenarkan. Rupanya, itu adalah ide ibunya untuk mendata semua pelamar. “Li lucu deh ditulis, nanti jadi kenangan deh, eh ditemuin sama Kang Emil,” ucap Atalia.

Meski awalnya berada di urutan jauh, Emil punya cara sendiri untuk merebut hati. Atalia cerita, suatu kali Emil datang ke rumahnya membawa buket bunga kecil. Gaya banget. Tapi begitu masuk, dia kaget melihat sudah ada banyak bunga dari orang lain.

“Cuma, nah ini yang saya suka dari Kang Emil, dia itu orangnya pantang menyerah dan cepat berpikir,” kata Atalia.
“Dia bilang punya vas nggak? (ada,) lalu bunganya dimasukin vas, ‘taruh di kamar kamu ya’. Jadi dia satu-satunya yang bunganya masuk ke kamar,” ceritanya.

Lalu, apa yang bikin Ridwan Kamil tertarik pada Atalia? Menurut Emil, semuanya berawal dari pandangan pertama yang klise tapi berkesan.

“Saya harus jujur ya, cinta pada pandangan pertama. Jadi dulu ceritanya, saya datang ke sebuah acara, selesai acara saya mau pulang naik taksi, baru mau ngangkat tangan berhentiin taksi, kebelet. Akhirnya saya balik lagi ke toilet, balik dari toilet saya ketemu perempuan, setelah itu minta nomor telepon, singkat cerita jadian. Jadi kalau saya nggak kebelet saya nggak ketemu,” papar Kang Emil.

Namun begitu, Atalia buru-buru meluruskan. “Eh tapi, sayakan nggak mungkin langsung ngasih nomor ke siapapun kan. Jadi strateginya tu dia mau ngasih kerjaan,” terangnya.

Hubungan mereka tentu nggak selalu mulus. Atalia mengaku pernah cemburu, terutama di awal masa jabatan Emil sebagai Wali Kota Bandung. “Nah dulu yang pertama kali banget jadi walikota, kan orang belum kenal saya, trus biasanya kalau difoto itu para ibu-ibu pada protes dan minta fotoin,” ucapnya.

Tapi lama-lama, dia bisa beradaptasi. Kecemburuan itu pun luntur berkat kejenakaan kecil Emil. “Kadang-kadang suka jokes juga sih, jadi kalau lagi dimana, tanya ‘Aa’ lagi apa?’ tanya Atalia, ‘lagi kangen,’ jawab Ridwan Kamil,” terang Atalia.

Ada juga cerita lain yang cukup menyentil. Saat Atalia menanyakan kapan Emil pulang, jawabannya malah nyeleneh: nanti pulang kalau berat badan Atalia sudah 56 kg. Sindiran halus untuk diet, mungkin.

Romantisme mereka juga terlihat dari keakraban sehari-hari, seperti saat saling berbalas pantun.

“Kuda apa yang paling romantis?” tanya Ridwan Kamil.
Dengan cekatan Atalia menjawab, “Kuda yang paling romantis, kudapat kamu.”

Giliran Atalia yang menyerang balik.

“Malam apa yang paling indah?” tanyanya.
“Malamar kamu di tahun 96,” jawab Ridwan Kamil.

Jawaban itu langsung bikin Atalia tersipu malu. Kisah-kisah manis itu kini jadi kenangan, sementara babak baru dalam hubungan mereka sedang ditulis di pengadilan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler