Sebelumnya, isu serupa sudah disoroti oleh pihak pengelola. Wahyudi Bambang, Kepala Humas Ragunan, dengan lantang menyebut kabar itu sebagai fitnah yang terorganisir. Dia heran, narasi yang sama terus berulang.
"Kita secara tegas menyatakan itu adalah fitnah," ujar Bambang pada Minggu (16/11). Motif di baliknya pun masih menjadi tanda tanya besar baginya. "Kita sangat menyayangkan, motifnya itu apa. Kita tidak tahu orang-orang ini memposting itu untuk apa tujuannya juga ya," lanjutnya.
Yang menarik, pola isu seperti ini ternyata bukan kali pertama terjadi. Bambang menyoroti bahwa sebelumnya, narasi serupa pernah menyasar beruang di Ragunan. Modusnya sama: menggambarkan hewan-hewan itu dalam kondisi kelaparan. "Iya tidak hanya sekali, tapi berturut-turut seperti ini ya," jelasnya. Polanya mirip, seolah ada skenario yang disusun berulang.
Artikel Terkait
Operasi Gabungan di Soetta Gagalkan Penyelundupan Sabu Lewat Modus Ditelan
159 Kapsul Sabu Dikeluarkan dari Perut Dua WN Pakistan di Soetta
Pintu Kanal Jebol, Tridonorejo Terendam Banjir Rob dan Hujan
Trump Godok Rencana Kontroversial: Tawarkan Rp1,6 Miliar per Warga untuk Beli Greenland