Kehidupan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, perlahan tapi pasti mulai berdenyut kembali. Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI, melaporkan bahwa lebih dari 87% siswa kini sudah kembali belajar secara tatap muka. Meski begitu, tak semua murid bisa langsung hadir masih ada sebagian yang melanjutkan belajar dari rumah.
Data per Rabu, 19 November 2025, menunjukkan tren positif. Menurut Chico, jumlah siswa yang hadir langsung terus bertambah dari hari ke hari. "Tingkat kehadiran murid secara luring sudah mencapai 87,60%," ujarnya, Kamis (20/11/2025), merujuk data dari Dinas Pendidikan DKI. "Yang masih daring sekitar 6,01%. Tapi memang sudah mulai banyak yang kembali ke kelas."
Di sisi lain, tak semua berjalan mulus. Sebagian siswa masih tercatat absen karena sakit atau alasan lain. Namun begitu, Chico menegaskan bahwa situasi secara keseluruhan tengah membaik. "Tingkat ketidakhadiran murid total 6,39%, dengan rincian sakit 4,60% dan izin 1,79%," paparnya. "Kondisi sudah jauh lebih baik."
Perlu diingat, aktivitas belajar mengajar di sekolah sempat dialihkan sepenuhnya ke daring sejak Senin, 10 November 2025. Langkah itu diambil pasca-insiden ledakan yang terjadi saat khotbah salat Jumat, yang menyebabkan puluhan siswa terluka.
Dampak ledakan itu masih terasa. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa hingga Selasa (18/11), enam orang siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit. "Yang masih dirawat ada enam orang," katanya.
Mereka tersebar di beberapa rumah sakit. Tiga di antaranya masih dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Satu orang lagi di RS Yarsi, dan satu lainnya di RSCM. Meski belum pulih sepenuhnya, setidaknya suasana sekolah sudah mulai hidup kembali lambat, tapi pasti.
Artikel Terkait
Tebing Longsor di Bogor Barat Timpa Dua Rumah, Tujuh Warga Mengungsi
Pria Bersenjata Ditembak Secret Service di Dekat Gedung Putih, Lockdown Berlaku
BMKG Prediksi El Niño Lemah-Sedang Melanda Indonesia pada 2026, Berpotensi Picu Kekeringan dan Konflik Satwa-Manusia
Bamsoet Apresiasi Keberhasilan Marinir Sita Senjata OPM dalam Operasi Penyergapan di Papua