Politisi nasional itu menyoroti maraknya pemberitaan media massa mengenai kasus perundungan di dunia pendidikan belakangan ini. Meski data resmi tahun ini belum dirilis, ia mendesak semua pihak untuk merespons tren ini dengan langkah-langkah nyata dan terukur.
Rerie menegaskan bahwa pendekatan preventif tidak boleh berhenti pada penyadaran masyarakat tentang bahaya perundungan. Setiap institusi pendidikan, ditegaskannya, harus mampu menciptakan ekosistem yang memupuk toleransi tinggi, sehingga budaya interaksi tanpa kekerasan dapat terwujud secara organik.
Dampak perundungan di lingkungan pendidikan, menurut Rerie, sangat serius dan multidimensi. Tidak hanya berpengaruh dalam jangka pendek, tindakan tersebut dapat berkontribusi pada memburuknya kesehatan mental peserta didik yang notabene merupakan generasi penerus bangsa.
Ia pun mendorong kolaborasi aktif antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya anti-perundungan. Hanya dengan sinergi yang solid, menurutnya, tercipta generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga sehat mental dan berdaya saing global.
Artikel Terkait
Ancaman Bom di SMA Jatinegara Dinyatakan Hoax Setelah Pengecekan Gegana
Trump Bantah Laporan Media Soal Sikap Jenderal Top AS terhadap Iran
Polda Sumsel Musnahkan 8 Kg Sabu dan Ekstasi, Ungkap Sindikat Lintas Negara
Siswi SMP Ditemukan Tewas dalam Kondisi Mengenaskan di Kali Terpencil Sikka