Qasidah Didorong Jadi Warisan Budaya Takbenda
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya pembentukan ekosistem qasidah di Indonesia. Menurutnya, qasidah yang memiliki sejarah panjang dalam kebudayaan Nusantara justru belum tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB).
Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat menerima kunjungan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (19/11/2025). Pertemuan itu membahas penyelenggaraan Lasqi Nusantara Fest 2025 di Kabupaten Bogor dan upaya mendorong qasidah sebagai WBTB.
"Kita memiliki 2.231 WBTB Indonesia, dan qasidah, yang sangat pantas untuk diangkat sebagai WBTB, ternyata belum masuk. Kita memang juga perlu mendorong pengembangan Islamic art seperti seni lukis, monumen, instalasi, maupun musik, termasuk qasidah ini," ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan perlunya riset, pembinaan, dan sentuhan kreatif agar qasidah tetap hidup dan relevan.
"Qasidah memiliki rekam sejarah yang kuat dan audiens yang besar. Karena itu perlu ada penelitian, workshop, dan pembinaan agar qasidah terus hidup dan relevan," kata Fadli.
"Kita perlu bentuk ekosistemnya, seperti melalui lokakarya, laboratorium, pelatihan, dan wadah kreasi," tambahnya.
Ketua Umum DPP LASQI, Jazilul Fawaid, menyampaikan apresiasi terhadap program Kementerian Kebudayaan. Ia menekankan pentingnya pelestarian qasidah yang mulai mengalami pergeseran di masyarakat.
Artikel Terkait
Anggota TNI AL Diamankan Usai Diduga Aniaya Warga hingga Tewas di Depok
Setelah Penggerebekan, BNN Gulirkan Pelatihan Wirausaha untuk Warga Berlan
Tragis di Tanjung Priok: Ibu dan Dua Anak Tewas, Satu Selamat dalam Kondisi Kritis
Tabrakan Beruntun Libatkan Ekskavator, Jalan Jonggol-Cariu Lumpuh