Acara Jumenengan ini tidak hanya mengundang keluarga kerajaan dari trah Mataram Islam, tetapi juga melibatkan berbagai raja dari seluruh Nusantara. Panitia masih menunggu konfirmasi kehadiran dari para undangan kerajaan lainnya.
Terdapat aturan khusus mengenai pakaian bagi tamu undangan. Secara adat, para tamu dilarang mengenakan batik dengan motif parang selama mengikuti prosesi Jumenengan. Ketentuan ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap tradisi dan budaya Keraton Solo yang harus dipatuhi oleh semua undangan.
Upacara Jumenengan Pakoe Boewono XIV ini menjadi momen penting dalam pelestarian budaya Jawa dan tradisi kerajaan di Indonesia. Acara ini menunjukkan tetap hidupnya sistem kerajaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Artikel Terkait
Anggota Komisi III Kritik Tuntutan Mati untuk ABK dalam Kasus Sabu 2 Ton
Warga Permata Hijau Laporkan Proyek Padel ke Polisi Gangguan Malam Hari
Pemkot Solo Buka Posko Aduan THR untuk Cegah Sengketa Pekerja
NasDem Ziarah ke Makam KH Hasyim Asyari dan Gus Dur di Tebuireng