Acara Jumenengan ini tidak hanya mengundang keluarga kerajaan dari trah Mataram Islam, tetapi juga melibatkan berbagai raja dari seluruh Nusantara. Panitia masih menunggu konfirmasi kehadiran dari para undangan kerajaan lainnya.
Terdapat aturan khusus mengenai pakaian bagi tamu undangan. Secara adat, para tamu dilarang mengenakan batik dengan motif parang selama mengikuti prosesi Jumenengan. Ketentuan ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap tradisi dan budaya Keraton Solo yang harus dipatuhi oleh semua undangan.
Upacara Jumenengan Pakoe Boewono XIV ini menjadi momen penting dalam pelestarian budaya Jawa dan tradisi kerajaan di Indonesia. Acara ini menunjukkan tetap hidupnya sistem kerajaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Artikel Terkait
Warga China Tewas Terseret Ombak di Pantai Cibobos Pandeglang
Imigrasi Amankan 346 WNA, Warga China Terbanyak dalam Operasi Wirawaspada 2026
Wisatawan China Tewas Terseret Ombak di Pantai Cikesal, Lebak
DPR Kritik Kinerja Kantor Staf Presiden di Era Prabowo