PM Australia Anthony Albanese Akan Kunjungi Indonesia Awal 2026 untuk Tandatangani Perjanjian Pertahanan
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, telah mengumumkan rencana kunjungan resminya ke Indonesia pada bulan Januari 2026. Rencana ini disampaikan langsung setelah pertemuannya dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, di Sydney pada pertengahan November.
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pertahanan antara kedua negara. Albanese menegaskan bahwa dokumen ini telah diumumkan di Australia dan menunggu proses finalisasi domestik sebelum dapat ditandatangani.
Dalam konferensi persnya, Albanese menyatakan, "Saya berharap dapat melawat ke Indonesia pada Januari tahun depan untuk memenuhi undangan Presiden guna menandatangani secara resmi perjanjian baru ini setelah proses dalam negeri kami selesai."
Perjanjian keamanan ini digambarkan sebagai fondasi hubungan bilateral yang dibangun atas dasar persahabatan, saling percaya, dan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian serta stabilitas di kawasan regional.
Lebih lanjut, Albanese menjelaskan bahwa inti dari perjanjian ini adalah pengakuan bersama bahwa perdamaian dan stabilitas paling baik dicapai melalui aksi bersama. Perjanjian ini dinilai akan menandai dimulainya era baru dalam hubungan bilateral Australia-Indonesia.
Melalui perjanjian yang baru, Australia dan Indonesia berkomitmen untuk mengadakan konsultasi rutin baik di tingkat pemimpin maupun tingkat menteri. Forum ini akan membahas berbagai isu keamanan strategis.
Fungsi utama perjanjian ini adalah untuk mengidentifikasi dan melaksanakan kegiatan keamanan yang saling menguntungkan. Selain itu, jika salah satu atau kedua negara menghadapi ancaman, mekanisme konsultasi akan diaktifkan untuk mempertimbangkan langkah-langkah respons, baik secara individu maupun bersama.
Albanese menekankan bahwa perjanjian ini merupakan perluasan signifikan dari kerja sama keamanan dan pertahanan yang telah lama terjalin, sekaligus bukti kekuatan hubungan kedua negara yang tetap terjaga.
Presiden Prabowo Subianto, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa perjanjian keamanan ini merupakan kesepakatan yang sangat penting di bidang pertahanan dan keamanan.
Prabowo menjelaskan, "Pada hakikatnya, ini menegaskan kembali tekad kita untuk meningkatkan persahabatan. Sebagai mitra dan tetangga dekat, kami bertekad untuk memelihara hubungan terbaik guna meningkatkan dan menjamin keamanan kedua negara kita."
Artikel Terkait
Catatan Harian Ungkap Jaringan Dakwah Ulama Sulsel KH Ahmad Surur
Anggota DPR Desak Penyelidikan Kasus Sea Dragon Sampai ke Aktor Intelektual
Dua Perwira Polres Toraja Utara Ditahan Terkait Dugaan Jaringan Narkoba
Bandara Koroway Batu Beroperasi Kembali dengan Pengamanan Ketat Pasca Insiden Penembakan Pilot