PSM Makassar Bertekad Akhiri Tren Negatif Lawan Persik Kediri di Laga Kandang

- Rabu, 22 April 2026 | 14:00 WIB
PSM Makassar Bertekad Akhiri Tren Negatif Lawan Persik Kediri di Laga Kandang
PSM Makassar Hadapi Ujian Berat di Kandang Sendiri

HARIAN, PAREPARE – Alarm bahaya sudah lama berbunyi untuk PSM Makassar. Kini, waktunya untuk membuktikan. Di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (23/4/2026) nanti, Pasukan Ramang punya misi tunggal: balas dendam. Lawannya adalah Persik Kediri, sebuah tim yang jadi momok dalam lima pertemuan terakhir. Tak ada pilihan selain menang, jika ingin keluar dari bayang-bayang zona degradasi yang makin mengkhawatirkan.

Pekan ke-29 Super League ini bukan laga biasa. Bagi PSM, ini momentum krusial untuk mengakhiri tren negatif, terutama di kandang sendiri di Parepare. Kemenangan mutlak dibutuhkan.

Rekornya memang suram. Lima duel terakhir melawan Macan Putih itu berakhir dengan empat hasil imbang dan satu kekalahan. Terakhir kali PSM menang atas Persik? Itu terjadi pada 9 Februari 2023, lewat kemenangan tipis 2-1. Sejak saat itu, dominasi Persik seolah tak terbantahkan. Catatan ini jelas jadi alarm serius bagi kebanggaan Sulsel tersebut.

Tekanan itu terasa di dalam tim. Ahmad Amiruddin, asisten pelatih PSM, mengakui kondisinya tidak mudah. Namun begitu, semangat juang tetap dikobarkan.

“Kami tentu akan terus berupaya untuk bisa keluar dari masa-masa sulit ini,” ujar Amiruddin.

“Evaluasi terus kami lakukan, motivasi juga kita berikan, agar para pemain bisa perform dan punya daya juang yang lebih keras lagi,” tambahnya.

Posisinya yang kini lebih bertanggung jawab tak lepas dari situasi pelatih kepala Tomas Trucha yang belum jelas. Eks bomber Timnas ini pun berusaha lebih dekat dengan anak asuhnya.

“Semuanya menjadi tanggung jawab saya, itu tidak apa-apa. Saya akan mencoba untuk beradaptasi dengan mereka, melakukan evaluasi, dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” jelas Amiruddin.

Dukungan dan Kekecewaan Suporter

Di sisi lain, suporter mulai gelisah. Kekecewaan mulai terdengar, meski loyalitas mereka tak diragukan. Alamsyah Herman, salah satu pendukung setia, mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang melawan Borneo FC pekan lalu.

“Kalau dibilang mendukung tentu kami tetap mendukung. Bagaimana pun juga, saya kan cinta sama PSM, bukan yang lain,” kata Alamsyah.

“Jadi saya berharap di internal tim ini berbenah, jangan sampai akhir musim menyesal,” harapnya.

Ia berharap, atmosfer kandang di GBH bisa dimanfaatkan betul-betul oleh para pemain. “Semoga PSM bisa menang, karena ini juga laga kandang. Harus dimaksimalkan sebaik mungkin,” ucapnya.

Nah, semua faktor kini berkumpul. Tekanan besar, rekor buruk yang menganga, dan ekspektasi tinggi dari ribuan suporter yang mencintai mereka. Laga ini adalah ujian sesungguhnya bagi karakter Pasukan Ramang. Mampukah mereka bangkit dan mematahkan kutukan itu, atau justru terperosok lebih dalam? Jawabannya hanya ada di lapangan hijau Gelora BJ Habibie.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar