Prabowo dan Moralitas Politik: Analisis Kritis dari Masa Penjara hingga Kekuasaan

- Rabu, 12 November 2025 | 10:40 WIB
Prabowo dan Moralitas Politik: Analisis Kritis dari Masa Penjara hingga Kekuasaan
Moralitas Politik Prabowo: Analisis dan Kritik Terkini

Moralitas Politik Prabowo: Analisis dan Kritik Terkini

Penulis: Buni Yani

Bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur pada awal Januari 2020 menjadi titik awal pengamatan perkembangan politik nasional. Tidak berselang lama, terjadi peristiwa politik signifikan dimana Prabowo Subianto memutuskan bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo, sosok yang sebelumnya menjadi lawan dalam kontestasi Pemilu 2019. Pengangkatan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan diikuti narasi dari pendukung setianya tentang strategi perjuangan dari dalam sistem.

Ekspektasi banyak kalangan mengira keputusan Prabowo bergabung dengan kabinet akan mengurangi praktik kriminalisasi dan penangkapan terhadap aktivis, khususnya dari kalangan masyarakat Islam. Kenyataan yang terjadi justru menunjukkan pola berbeda dimana penangkapan terhadap aktivis terus berlanjut hingga periode 2024.

Pertanyaan mendasar muncul mengenai nilai strategis bergabungnya Prabowo dengan pemerintahan jika tidak mampu menciptakan perubahan berarti dan memberikan perlindungan bagi pendukung dan simpatisannya.

Pada Pemilu 2024, Prabowo berhasil mencapai puncak kepemimpinan nasional dengan kontroversi sistem pemilihan yang dikritik banyak pihak. Meski demikian, berbagai kalangan aktivis dan mantan pendukungnya dari Pemilu 2019 berusaha bersikap legawa dan menerima realitas politik yang ada.

Dukungan terhadap kepemimpinan Prabowo diwarnai harapan akan adanya jarak politik dengan pemerintahan sebelumnya. Masyarakat berharap adanya proses hukum yang adil dan penyelesaian berbagai masalah konstitusional.

Setelah lebih dari satu tahun pemerintahan, berbagai harapan tersebut belum menemukan titik terang. Yang terjadi justru pengawasan terhadap sejumlah tokoh seperti Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifauzia Tyassuma, serta lima aktivis Islam lainnya.

Kondisi ini memicu semakin banyaknya suara yang mengingatkan kembali pada kontroversi Pemilu 2019. Dalam perspektif ini, dasar yang dianggap tidak ideal dipandang sulit melahirkan hasil yang baik.

Prospek Politik Indonesia: Tantangan dan Harapan

Dinamika politik Indonesia terus berkembang dengan kompleksitasnya masing-masing. Masyarakat tetap mengawasi berbagai perkembangan dengan kritis sembari berharap adanya perbaikan sistem politik nasional di masa mendatang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar