Gerindra Solo Tegas Tolak Budi Arie dan Projo: Kader Internal Sudah Super Militan
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solo, Ardianto Kuswinarno, secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, beserta anggotanya ke dalam partai. Sikap tegas ini diambil dengan alasan Partai Gerindra dinilai sudah memiliki basis kader yang sangat militan tanpa memerlukan tambahan dari luar.
Ardianto menjelaskan bahwa kader Gerindra di Solo telah menunjukkan loyalitas dan militansi yang tinggi, bahkan disebut melebihi kapasitas yang dimiliki oleh organisasi relawan seperti Projo. Pernyataan ini menegaskan komitmen partai untuk mempertahankan kemurnian perjuangan dan struktur kader yang telah dibangun selama ini.
Kekhawatiran Gesekan Internal dan Perbedaan Kultur
Lebih lanjut, Ardianto mengungkapkan kekhawatirannya akan terjadinya gesekan di internal partai. Menurutnya, terdapat perbedaan kultur yang mendasar antara organisasi relawan dan partai politik. Pola pikir dan cara kerja yang dibawa oleh pihak luar dinilai berpotensi bertabrakan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Gerindra yang telah mapan.
Ia menegaskan bahwa masuknya figur dengan power tinggi dari luar bisa mengganggu tatanan dan soliditas partai. Level pergerakan antara relawan dan partai politik memang berbeda, sehingga integrasinya harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mencegah konflik.
Loyalitas Kader Gerindra Tidak Diragukan Lagi
Ardianto juga menekankan bahwa kader Gerindra telah terbukti loyal dan konsisten dalam mendukung perjuangan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dari awal. Kader-kader ini telah melalui proses panjang dan menunjukkan dedikasi tanpa perlu diragukan lagi.
Oleh karena itu, masuknya tokoh atau massa dari luar yang membawa pengaruh dan agenda sendiri dikhawatirkan justru dapat merusak semangat dan kohesivitas yang telah terbangun solid di internal partai. Keputusan untuk menutup pintu ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap stabilitas dan masa depan partai.
Artikel Terkait
Nottingham Forest Hajar Fenerbahce 3-0 di Playoff Liga Europa
UEFA Investigasi Dugaan Penghinaan Prestianni terhadap Vinicius, Ancaman Skorsing Mengintai
Persija Jakarta Hadapi PSM Makassar dalam Duel Klasik di JIS
Ahli Waris Protes Status Lahan, Proyek Stadion Sudiang Makassar Terhambat