Rully Chairul Azwar: Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional, Saatnya Akhiri Polemik
Politikus senior Partai Golkar, Ir. Rully Chairul Azwar, M.Si, menyambut baik keputusan pemerintah yang menetapkan Presiden kedua RI, H.M. Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, langkah ini sudah tepat dan memenuhi seluruh kriteria yang berlaku.
Rully menyampaikan apresiasi kepada pemerintah melalui sambungan telepon di Jakarta. Ia menegaskan bahwa gelar tersebut pantas disandang Soeharto mengingat kontribusinya yang besar bagi bangsa, baik dalam mempertahankan Pancasila maupun membangun pondasi ekonomi Indonesia.
Bangsa Besar Hargai Jasa Pahlawannya
Rully menilai polemik yang masih terjadi di masyarakat lebih didorong oleh sisa-sisa dendam politik dan ketidakmampuan melihat jasa besar pemimpin masa lalu. Ia mengingatkan bahwa bangsa tidak akan maju jika terus terbelenggu konflik sejarah.
"Setiap pemimpin punya kekurangan. Tidak adil jika hanya melihat sisi negatifnya dan melupakan segala jasa yang telah diberikan untuk kemajuan negara," tegas Rully.
Fokus pada Kesejahteraan Rakyat dan Masa Depan
Rully menyerukan agar energi bangsa dialihkan untuk membangun kesejahteraan rakyat, menciptakan lapangan kerja, serta memastikan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih membutuhkan solusi nyata untuk kehidupan mereka daripada perdebatan tentang masa lalu.
Ia menambahkan, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawannya tanpa mengabaikan pembelajaran dari sejarah.
Dukungan Publik untuk Soeharto
Menanggapi isu bahwa usulan gelar ini didorong oleh pengaruh keluarga, Rully membantahnya. Ia menyatakan bahwa usulan datang dari berbagai pihak dan daerah, serta prosesnya berjalan transparan melalui panitia khusus.
Rully juga mengutip hasil survei yang menunjukkan dukungan publik terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto mencapai lebih dari 80 persen. Ini, katanya, membuktikan penilaian objektif masyarakat terhadap kontribusi Soeharto.
Penyelamat Pancasila dan Fondasi Ekonomi
Salah satu jasa terbesar Soeharto, menurut Rully, adalah perannya menyelamatkan Pancasila dari ancaman dan membangun dasar perekonomian nasional yang kokoh. Dari masa revolusi hingga pembangunan, Soeharto dianggap memiliki peran sentral yang tidak bisa dihapus dari catatan sejarah.
Kebijakan Asas Tunggal Pancasila juga disebut Rully sebagai upaya untuk meredam konflik ideologis dan menciptakan stabilitas politik nasional, sehingga negara dapat berkembang dengan lebih baik.
Ajak Masyarakat Melangkah ke Depan
Sebagai penutup, Rully mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghentikan polemik dan beralih ke hal-hal yang lebih produktif. Setiap pemimpin, katanya, memiliki masanya masing-masing, namun keteladanan dan jasanya patut dikenang sebagai bagian dari sejarah.
Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional diharapkan menjadi babak baru rekonsiliasi sejarah, menempatkan segala peristiwa dalam proporsi yang adil dan bijaksana untuk kemajuan Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
Pengamat Kritik Wacana Perluasan Peran TNI dalam Revisi UU Terorisme
BI Buka Layanan Penukaran Uang Baru 2026 via Aplikasi PINTAR
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 3 Kilometer
Pemkot Makassar Tegaskan Penertiban PKL Berlanjut, Siapkan Skema Relokasi