Kontroversi Ancaman Diplomat China ke PM Jepang Terkait Taiwan
Seorang diplomat China mengeluarkan ancaman memenggal kepala terhadap Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi. Insiden ini dipicu oleh pernyataan Takaichi mengenai situasi Taiwan yang dianggap provokatif oleh pihak China.
Perdana Menteri Takaichi, yang baru saja menjabat pada bulan Oktober, menyampaikan pidato di depan parlemen Jepang. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa blokade yang dilakukan China terhadap Taiwan dapat menciptakan ancaman serius terhadap keamanan dan kehidupan rakyat Jepang.
Lebih lanjut, Takaichi menyebutkan kemungkinan untuk mengerahkan Pasukan Bela Diri Jepang sebagai bentuk respons jika blokade China terhadap Taiwan terus berlanjut. Jarak geografis yang sangat dekat, hanya sekitar 96 kilometer, antara Taiwan dan Jepang menjadi dasar pertimbangan pernyataan ini.
Pernyataan Takaichi ini memicu reaksi keras dari Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian. Melalui sebuah unggahan di media sosial, Xue menyampaikan ancaman yang keras sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut.
Unggahan yang telah dihapus itu berisi pernyataan, "Leher kotor yang menerobos masuk itu, saya tidak punya pilihan selain memotongnya tanpa ragu sedikit pun. Apakah Anda siap untuk itu?" seperti yang dilaporkan oleh sejumlah media internasional.
Pemerintah Jepang pun mengambil sikap dengan mengutuk keras pernyataan Konsul Jenderal Xue. Minoru Kihara, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, menegaskan bahwa pernyataan tersebut sangat tidak pantas dan tidak dapat diterima. Pemerintah Jepang telah menyampaikan protes resmi kepada pemerintah China mengenai insiden ini.
Kihara juga menambahkan bahwa diplomat tersebut memiliki riwayat pernyataan-pernyataan yang dianggap menghasut di masa lalu. Jepang mendesak pemerintah China untuk mengambil tindakan disipliner yang tegas terhadap diplomatnya.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China membela tindakan Konsul Jenderal Xue. Melalui juru bicaranya, Li Jian, pemerintah China menyatakan bahwa komentar Xue merupakan respons terhadap pernyataan Perdana Menteri Takaichi yang dinilai salah dan berbahaya.
Li menegaskan bahwa Takaichi telah salah menafsirkan posisi China mengenai Taiwan. Pemerintah China konsisten dengan klaimnya bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah kedaulatan China yang tidak dapat dipisahkan.
Pemerintah China melalui juru bicaranya juga meminta Jepang untuk menghormati kedaulatan China dan tidak mencampuri urusan internal yang berkaitan dengan Taiwan. China menegaskan kembali bahwa masalah Taiwan adalah urusan domestik China.
Artikel Terkait
17 Februari dalam Catatan Sejarah: Dari Tsunami Maluku 1674 hingga Kelahiran Buya Hamka dan Michael Jordan
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.