Kebijakan Publik Harus Berbasis Teori dan Data Saintifik, Tegas Tito Karnavian
Muhammad Tito Karnavian, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sriwijaya, menekankan bahwa setiap kebijakan publik yang akan diambil oleh kepala daerah harus dilandasi oleh teori yang teruji dan data saintifik yang kuat. Menurutnya, tanpa fondasi ilmiah yang jelas, suatu kebijakan berisiko tinggi menjadi langkah coba-coba yang dapat berakhir pada kegagalan.
Tito memaparkan bahwa teori yang tidak diterjemahkan ke dalam kebijakan praktis hanya akan menjadi diskusi akademis semata. Sebaliknya, kebijakan yang diambil tanpa dukungan teori dan data yang kuat hanyalah sebuah eksperimen yang berisiko. Gubernur dan bupati didorong untuk selalu mendasarkan keputusan mereka pada teori yang sudah teruji dan data yang akurat.
Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Pembuatan Kebijakan
Dalam konteks ini, Tito Karnavian menekankan peran vital perguruan tinggi sebagai agen perubahan dan penyeimbang bagi pemerintah. Ia berharap kampus tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga aktif memberikan kontribusi berupa masukan ilmiah kepada pemerintah daerah dan pusat.
Artikel Terkait
Anak Sulung: Dewasa Sebelum Waktunya, Lelah yang Tak Terucapkan
Iran Berduka: Enam Tewas dalam Kerusuhan Akibat Protes Ekonomi
Prabowo dan BRICS: Bebas Aktif atau Pergeseran Haluan?
Tragedi Api di Crans-Montana: Pesta Tahun Baru Berubah Jadi Malapetaka