Inisiatif ini merupakan bagian dari diplomasi layanan haji yang dikembangkan Kemenhaj RI pasca-transformasi dari Badan Penyelenggara Haji. Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, menyatakan kolaborasi ini menjadi penguatan diplomasi perlindungan jemaah haji Indonesia.
Pertemuan juga membahas aspek teknis seperti kesiapan transportasi udara, layanan katering, akomodasi, dan integrasi data jemaah melalui sistem digital Kemenhaj RI yang akan disinkronkan dengan mitra Arab Saudi.
Komitmen Tata Kelola Haji Berkelanjutan
Kemenhaj RI menekankan pentingnya modernisasi layanan haji berkelanjutan dengan pendekatan teknologi dan diplomasi. Task Force ini bersifat berkelanjutan dan akan mengawal seluruh proses haji 2026, mulai dari persiapan hingga pemulangan jemaah.
Dengan model koordinasi ini, Kemenhaj RI berkomitmen memperkuat tata kelola dan diplomasi haji berbasis kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan penyelenggaraan ibadah haji yang modern dan tertib.
Artikel Terkait
Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu bagi ASN, Berlaku Setiap Jumat
Indonesia Kuasai 60% Pasar Sawit Global, tapi Harga Masih Ditentukan Luar Negeri
Nelayan di Pacitan Tewas Diduga Terseret Ombak Saat Melaut
Ragnar dan Verdonk Pulang Bareng ke Eropa, Bawa Misi Berbeda ke Klub Masing-masing