Inovasi Aplikasi Deteksi Diabetes Diluncurkan di Jakarta Barat
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) menjadi tantangan kesehatan serius di DKI Jakarta, khususnya di wilayah Kelurahan Duri Kepa pada kelompok usia produktif. Berdasarkan penelitian terbaru, prevalensi diabetes tipe 2 di daerah ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Faktor Risiko Diabetes di Usia Produktif
Peningkatan kasus diabetes dipengaruhi oleh berbagai faktor determinan yang terkait dengan gaya hidup dan kondisi sosiodemografis. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat menjadi salah satu kendala utama dalam pencegahan penyakit ini.
Solusi Teknologi untuk Deteksi Dini Diabetes
Tim dosen Universitas Mercu Buana berhasil mengembangkan inovasi aplikasi deteksi penyakit diabetes melitus dengan teknologi lie detection dan fitur pengukuran kalori. Aplikasi kesehatan ini meraih Hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2025.
Fitur Unggulan Aplikasi Diabetes
Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur penting untuk manajemen diabetes, termasuk:
- Edukasi kesehatan interaktif dan personal
- Pemantauan pola makan harian
- Pengingat olahraga rutin
- Pelacakan kadar gula darah dan berat badan
- Deteksi kebohongan melalui analisis pupil mata
Sosialisasi kepada Masyarakat
Program sosialisasi aplikasi diabetes ini dilaksanakan dari 10 hingga 31 Oktober 2025 di Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK dengan pembagian beberapa sesi untuk memastikan pemahaman yang maksimal.
Dukungan Pemerintah Setempat
Perwakilan Kelurahan Duri Kepa, Agustiawan, menyambut baik kolaborasi antara kelurahan dan Universitas Mercu Buana. Beliau berharap sosialisasi ini dapat diperluas tidak hanya untuk ibu-ibu PKK, tetapi juga untuk anak-anak dan lansia di lingkungan kelurahan.
Manfaat Jangka Panjang
Inovasi aplikasi deteksi diabetes ini diharapkan dapat menjadi model yang menginspirasi kelurahan lain di Jakarta dan sekitarnya. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat ini menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan inovasi kesehatan yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan metode yang praktis dan mudah diterapkan, aplikasi ini berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan diabetes melitus melalui pengaturan pola hidup yang lebih sehat.
Artikel Terkait
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru
Menag Umar Sampaikan Ucapan dan Harapan Damai di Tahun Baru Imlek 2577
BEI Libur Dua Hari, Investor Disarankan Manfaatkan Waktu untuk Evaluasi Portofolio