Di Hotel Sultan, Jakarta, suasana Rapat Pleno itu terbilang tegang. Tapi dari situ, muncul satu nama: KH Zulfa Mustofa. Dia resmi ditetapkan sebagai Pj Ketua Umum PBNU, Selasa (9/12) lalu. Langsung, di hadapan forum, Zulfa bicara blak-blakan. Dia bilang, dirinya tak mau terperangkap dalam dinamika konflik yang sudah-sudah.
"Saya tidak ingin menjadi bagian konflik masa lalu," ucap Kiai Zulfa dengan nada tenang namun tegas.
Lalu dia melanjutkan, "Tapi saya ingin menjadi solusi buat Jam'iyah ini untuk masa depan."
Amanah yang diterimanya ini, diakuinya, adalah dua sisi mata uang. Di satu sisi, kehormatan. Di sisi lain, beban yang tak ringan. "Ini amanah yang sangat berat bagi saya dan juga untuk kita semua," katanya, mengajak semua pihak merasakan tanggung jawab bersama.
Komitmennya jelas: menjalankan tugas dari Rais Aam dan forum pleno sebaik mungkin. Fokus pertama? Menormalkan dulu roda organisasi yang sempat goyah. "Tugas saya sangat berat. Pertama, menormalisasi roda organisasi," tuturnya. Setelah itu, barulah persiapan menuju Muktamar, yang akan diawali dengan Konferensi Besar.
Di tengah penjelasannya, Zulfa menyelipkan ajakan. Sebuah ajakan untuk bersatu. "Mari kita bersatu kembali di rumah besar kita ini," serunya. Menurutnya, warga NU sudah terlalu lama dirundung kesedihan karena situasi yang tak pasti.
Restu dari Sang Paman
Pria ini juga tak lupa menempatkan diri dalam tradisi keilmuan NU. Dengan rendah hati, dia menyebut dirinya hanyalah seorang santri. Santri dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, juga santri Syuriyah PBNU, dan tentu saja santri dari banyak kiai pesantren besar.
"Saya bukan siapa-siapa," ujarnya merendah.
Namun begitu, penunjukannya di forum pleno ini diharapkan jadi penanda berakhirnya ketidakpastian. "Kita lihat di sini hadir semua tokoh-tokoh besar," katanya, menunjuk pada harapan rekonsiliasi. Dia berjanji akan menjalankan mandat itu dengan penuh integritas dan kesantunan sebagai seorang santri.
Lalu, untuk mempertegas jejaring intelektual dan kekeluargaannya, Zulfa menyebut satu nama penting. Dia adalah keponakan dari Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin.
"Tidak perlu disebut, saya pasti bukan cuma santri, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin," ungkapnya.
Dan yang tak kalah penting, "Ya, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin, dan saya sudah minta restu beliau," pungkas Zulfa, menutup pernyataannya dengan sebuah penegasan tentang legitimasi dan doa yang menyertainya.
Artikel Terkait
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1