Jebakan Maut Politik Prabowo: Analisis Lengkap Ancaman Pelanggaran Konstitusi

- Sabtu, 08 November 2025 | 10:25 WIB
Jebakan Maut Politik Prabowo: Analisis Lengkap Ancaman Pelanggaran Konstitusi

Jebakan Politik untuk Prabowo Sedang Berjalan, Ini Analisis Kajian Politik Merah Putih

Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini menghadapi apa yang disebut sebagai "jebakan maut politik". Menurut analisisnya, serangkaian peristiwa terkini merupakan bentuk tekanan sistematis yang berpotensi menjerumuskan Prabowo ke dalam pelanggaran konstitusi.

Rentetan Peristiwa sebagai Bemper Politik

Sutoyo menjelaskan bahwa jebakan politik terhadap Prabowo terlihat dari tiga peristiwa utama: pembelaan terhadap proyek Whoosh, pelanggaran kebebasan berpendapat, dan upaya menjaga Polri tetap di bawah kendali presiden. Pola ini dinilai sebagai strategi untuk menjebak presiden dalam situasi konstitusional yang berbahaya.

Kasus Aktivis dan Pelanggaran Konstitusi

Sorotan utama ditujukan pada penetapan 8 aktivis sebagai tersangka dalam kasus pengungkapan dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo. Menurut Sutoyo, tindakan aparat kepolisian ini jelas bertentangan dengan konstitusi karena aktivitas para aktivis tersebut justru dilindungi oleh undang-undang.

"Apa yang dilindungi oleh Konstitusi tidak dapat dihukum. Apa yang merupakan hak, tidak dapat dikriminalisasi," tegas Sutoyo menegaskan posisinya.

Jaminan Konstitusional yang Dilanggar

Dijelaskan bahwa Pasal 28 dan Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 secara tegas menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Oleh karena itu, penetapan para aktivis sebagai tersangka dinilai sebagai pelanggaran terhadap hak-hak dasar warga negara yang dijamin konstitusi.

Keterkaitan dengan Kekuasaan dan Perlindungan Jokowi

Sutoyo menduga keberanian aparat melanggar konstitusi tidak lepas dari "aroma restu kekuasaan", bahkan mungkin dilakukan atas perintah presiden. Ia juga menyoroti pembentukan Tim Reformasi Kepolisian yang dinilai masih menempatkan Polri di bawah kendali eksekutif.

"Rentetan peristiwa ini semuanya mengarah pada satu titik: melindungi Jokowi," ujar Sutoyo menambahkan.

Peringatan Bahaya Bagi Prabowo

Sutoyo memperingatkan bahwa alasan 'melindungi Jokowi' dengan dalih mikul duwur mendem jero justru bisa menjadi bumerang bagi Prabowo. "Yang lebih menakutkan, kalau arah politiknya seperti ini, maka itu bisa menjadi jebakan maut bagi Presiden Prabowo," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan politik tertentu sedang berusaha membelokkan arah pemerintahan dan menjerumuskan Prabowo ke dalam pelanggaran konstitusi yang berbahaya bagi masa depan kepemimpinannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar