Berdasarkan analisis SWOT, STIK merumuskan empat arah strategi implementasi Artificial Intelligence:
- Pemanfaatan kekuatan internal dan peluang eksternal untuk membangun AI Lab Polri-STIK.
- Memperkuat tata kelola etika AI.
- Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).
- Memperkuat regulasi internal untuk menghindari penyalahgunaan teknologi.
Kombes Slamet Riyadi menuturkan, melalui program ini, STIK diharapkan menjadi pusat unggulan riset kebijakan kepolisian berbasis data.
"Langkah ini tidak hanya meningkatkan efektivitas fungsi preemptif dan preventif Polri, tetapi juga menjadi model bagi pengembangan Smart Policing yang sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Smart Governance," tuturnya.
Ia menambahkan, transformasi digital melalui AI merupakan bagian penting dari perjalanan Polri menuju institusi yang Presisi.
"Dengan dukungan seluruh unsur pendidikan, penelitian, dan kerja sama lintas lembaga, Polri berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif, modern, dan humanis," pungkasnya.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Penganiayaan Siswi di Luwu Utara Malah Berjoget di Kantor Polisi
Korban Serangan Air Keras Andrie Yunus Kirim Pesan Semangat dari Ruang HCU
Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Lonjakan Harga Avtur pada Tiket Pesawat
BMKG Prakirakan Cuaca Cerah Berlanjut Hujan Ringan di Sulawesi Selata