Revitalisasi AI STIK Lemdiklat Polri: Strategi Wujudkan Polri Presisi & Smart Policing

- Sabtu, 08 November 2025 | 01:30 WIB
Revitalisasi AI STIK Lemdiklat Polri: Strategi Wujudkan Polri Presisi & Smart Policing
STIK Lemdiklat Polri Revitalisasi AI untuk Wujudkan Polri Presisi dan Smart Policing

STIK Lemdiklat Polri Revitalisasi AI untuk Wujudkan Polri Presisi dan Smart Policing

Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri memperkuat peran strategisnya dalam mendukung transformasi Polri menuju era digital yang prediktif, responsif, dan transparan berkeadilan (Polri Presisi). Langkah konkret yang dijalankan adalah dengan merevitalisasi fungsi Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat tindakan preemptif dan preventif dalam fungsi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Menurut Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri, Kombes (purn) Slamet Riyadi, Polri dituntut untuk mampu melakukan pendekatan yang prediktif dan humanis dalam menghadapi dinamika kejahatan modern.

"Dalam menghadapi dinamika kejahatan modern dan kompleksitas sosial yang semakin tinggi, Polri dituntut untuk tidak hanya reaktif dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu melakukan pendekatan prediktif dan humanis," kata Kombes Slamet Riyadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan AI merupakan langkah strategis untuk mempercepat proses deteksi dini dan analisis pola gangguan. Kebijakan revitalisasi fungsi AI di STIK bertujuan menciptakan ekosistem akademik dan operasional yang terintegrasi antara pendidikan, penelitian, dan kebijakan kepolisian.

Strategi Implementasi AI oleh STIK Lemdiklat Polri

Berdasarkan analisis SWOT, STIK merumuskan empat arah strategi implementasi Artificial Intelligence:

  • Pemanfaatan kekuatan internal dan peluang eksternal untuk membangun AI Lab Polri-STIK.
  • Memperkuat tata kelola etika AI.
  • Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).
  • Memperkuat regulasi internal untuk menghindari penyalahgunaan teknologi.

Kombes Slamet Riyadi menuturkan, melalui program ini, STIK diharapkan menjadi pusat unggulan riset kebijakan kepolisian berbasis data.

"Langkah ini tidak hanya meningkatkan efektivitas fungsi preemptif dan preventif Polri, tetapi juga menjadi model bagi pengembangan Smart Policing yang sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Smart Governance," tuturnya.

Ia menambahkan, transformasi digital melalui AI merupakan bagian penting dari perjalanan Polri menuju institusi yang Presisi.

"Dengan dukungan seluruh unsur pendidikan, penelitian, dan kerja sama lintas lembaga, Polri berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif, modern, dan humanis," pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar