PHK Massal PT GKP Landa 500 Karyawan di Pulau Wawonii, Konawe
KONAWE - Sebanyak lebih dari 500 karyawan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK. Gelombang PHK besar-besaran ini terjadi menyusul berhentinya total operasional perusahaan tambang tersebut.
Ratusan karyawan yang terkena dampak merupakan masyarakat lokal asli Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara. Penghentian aktivitas produksi ini merupakan buntut dari ditolaknya upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) oleh PT GKP di Mahkamah Agung (MA).
Dampak PHK Terhadap Perekonomian Warga Wawonii
Kondisi ini memukul ratusan keluarga yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertambangan. Kemajuan ekonomi yang telah dirasakan warga Wawonii dalam beberapa tahun terakhir terancam sirna.
Sulvan, salah seorang warga yang terdampak, mengungkapkan kekecewaannya. "Saya sangat kecewa dan terpukul. Lapangan pekerjaan hilang, semangat masyarakat menurun, dan banyak keluarga kini hidup dalam kesulitan. Kami berharap pemerintah tidak menutup mata," ujarnya.
Usaha Kecil dan Menengah Ikut Terimbas
Dampak PHK ini tidak hanya dirasakan oleh karyawan langsung, tetapi juga meluas ke usaha kecil dan menengah (UKM) di sekitar lingkar tambang. Anawia, seorang ibu rumah tangga dari Desa Sukarela Jaya, menyatakan bahwa kehilangan pekerjaan berarti kehilangan harapan hidup.
Sementara itu, Jamadu, pemilik rumah kos dan warung makan di Desa Dompo-Dompo Jaya, mengeluh usahanya sepi. "Dulu tempat saya selalu ramai oleh para pekerja. Kini semuanya mendadak sepi," keluhnya.
Pentingnya Investasi bagi Daerah
Kepala Bappeda Konkep, Safiuddin Alibas, menegaskan bahwa investasi merupakan kebutuhan mendesak bagi daerah dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah seperti Konawe Kepulauan (Konkep).
"Investasi di Konkep saat ini sangat diperlukan. Kehadiran investasi mutlak diperlukan dan telah nyata mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun masyarakat," pungkasnya.
Krisis PHK massal ini menyisakan tantangan besar bagi pemulihan ekonomi masyarakat lokal Pulau Wawonii yang kini harus berjuang menghadapi masa-masa sulit.
Artikel Terkait
Jimly Asshiddiqie Bantah Kekhawatiran Dominasi Jenderal di Komisi Reformasi Polri
KPK Analisis Keterangan Saksi yang Terseretkan Nama Ida Fauziyah dalam Kasus Suap Sertifikasi K3
Kejati Sulsel Peringatkan Maraknya Penipuan WA Catut Nama Kajati dengan Modus AI
Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie: Pertemanan Panjang dari Diskusi Hukum hingga Tumpangan ke Hotel Indonesia